Dua Jersey Paling Ikonik dalam Sejarah Sepak Bola: Brasil 1970 dan Argentina 1986

  • 17 Mei 2026 08:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dalam dunia sepak bola, jersey bukan sekadar seragam tim. Ia adalah bendera emosi, simbol identitas, dan saksi bisu dari momen-momen yang mengubah sejarah. Di antara ribuan desain yang pernah menghiasi lapangan hijau, dua jersey berdiri tegak sebagai yang paling ikonik, melampaui batas waktu dan generasi: jersey kandang Brasil tahun 1970 dan jersey tandang Argentina tahun 1986.

Kedua jersey ini tidak hanya diingat karena estetikanya yang sederhana namun kuat, tetapi karena mereka melekat pada punggung dua seniman sepak bola terbesar sepanjang masa, Pelé dan Diego Maradona, pada puncak kejayaan mereka di panggung terbesa: Piala Dunia.

Brasil 1970: Simbol 'Jogobonito' dan Tim Terhebat

Jersey kuning cerah dengan kerah dan ujung lengan hijau, dipadukan dengan celana pendek biru dan kaus kaki putih, adalah visualisasi dari "permainan indah" atau jogobonito. Dikenakan oleh tim Brasil pada Piala Dunia 1970 di Meksiko, jersey ini menjadi identitas dari skuad yang sering dianggap sebagai tim internasional terhebat yang pernah dirakit.

Dipimpin oleh Pelé yang legendaris, yang mengenakan nomor 10 yang ikonik, Brasil menampilkan permainan ofensif yang mengalir, kreatif, dan penuh kegembiraan. Jersey kuning itu seolah menyala di bawah matahari Meksiko, mencerminkan semangat dan bakat murni dari para pemainnya seperti Gérson, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino. Kemenangan 4-1 atas Italia di final mengunci gelar juara dunia ketiga bagi Brasil, dan jersey 1970 itu selamanya diasosiasikan dengan kesempurnaan sepak bola dan senyum Pelé. Hingga hari ini, jersey ini tetap menjadi item retro yang paling diburu oleh kolektor di seluruh dunia.

Argentina 1986: 'Tangan Tuhan' dan 'Gol Abad Ini' dalam Balutan Warna Biru

Jika jersey Brasil 1970 adalah simbol kegembiraan, jersey tandang Argentina tahun 1986 adalah simbol drama, kontroversi, dan kejeniusan individu. Berwarna biru muda mengkilap dengan nomor perak yang diimprovisasi, jersey ini dikenakan oleh Diego Maradona dalam pertandingan perempat final melawan Inggris di Piala Dunia 1986, yang juga digelar di Meksiko, tepatnya di Estadio Azteca.

Hanya dalam waktu empat menit di babak kedua, Maradona menciptakan dua momen yang paling dibicarakan dalam sejarah sepak bola, keduanya dengan jersey biru tersebut. Gol pertama, yang dikenal sebagai "Gol Tangan Tuhan," adalah hasil sentuhan tangan Maradona yang licik yang melewati kiper Peter Shilton. Gol kedua, "Gol Terbaik Abad Ini," adalah pembuktian kejeniusannya, di mana ia menggiring bola dari tengah lapangan, melewati lima pemain Inggris, sebelum mengecoh Shilton.

Jersey biru 1986 itu bukan sekadar pakaian; ia adalah jubah dari seorang pahlawan nasional yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia kedua. Kisah di balik jersey ini, termasuk bagaimana staf Argentina harus mencari dan menjahit nomor secara darurat sebelum pertandingan, menambah lapisan mistis pada ikon sepak bola ini.

Warisan yang Tak Terlupakan

Brasil 1970 dan Argentina 1986 adalah lebih dari sekadar desain kain. Mereka adalah representasi dari era emas sepak bola, momen-momen yang mendefinisikan karier para legenda, dan simbol kebanggaan nasional. Melalui warna dan desainnya, mereka terus menginspirasi generasi baru pemain dan penggemar, mengingatkan kita semua mengapa sepak bola adalah olahraga paling populer di planet ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....