Legenda AS Roma dan Brasil, Aldair: Sang 'Pluto' yang Tak Tergantikan

  • 11 Mei 2026 07:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dalam sejarah sepak bola modern, sulit menemukan bek tengah yang memiliki kombinasi ketenangan sedingin es dan kemampuan membaca permainan seakurat Aldair. Pemain yang akrab disapa "Pluto" ini tetap menjadi standar emas bagi bek Brasil yang ingin menaklukkan kompetisi Eropa.

Pilar Penting Seleção

Aldair bukan sekadar pelengkap di tim nasional Brasil. Bersama Marcio Santos, ia membentuk tembok pertahanan kokoh yang membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Kehebatannya bukan pada tekel keras yang meledak-ledak, melainkan pada penempatan posisi yang membuat penyerang lawan seolah "kehabisan ruang" sebelum sempat menembak.

Simbol Kesetiaan di AS Roma

Jika ada klub yang paling mencintai Aldair, itu adalah AS Roma. Selama 13 musim (1990–2003), Aldair menjadi jantung pertahanan Giallorossi. Puncaknya adalah gelar Scudetto 2000/2001 yang ikonik.

Berikut adalah ringkasan statistik dan pencapaian utamanya:

KategoriCatatanPenampilan di AS Roma436 PertandinganGelar Serie A1 (2000/2001)Trofi InternasionalPiala Dunia (1994), Copa América (1989, 1997)Gaya MainBall-playing defender, elegan, tenang

Warisan Nomor Punggung 6

Saking besarnya rasa hormat klub, AS Roma sempat memensiunkan nomor punggung 6 milik Aldair saat ia hengkang pada tahun 2003. Meski akhirnya nomor tersebut kembali digunakan oleh Kevin Strootman atas restu sang legenda sendiri pada tahun 2013, nama Aldair tetap abadi di Hall of Fame klub.

"Aldair adalah guru bagi kami semua. Dia menunjukkan bahwa menjadi bek bukan soal seberapa keras Anda menendang lawan, tapi seberapa cepat Anda berpikir," — Kutipan populer dari rekan setimnya di Roma.

Analisis Singkat

Di era sekarang, gaya main Aldair sangat mirip dengan bek modern seperti Virgil van Dijk, tenang dan jarang melakukan pelanggaran tak perlu, dan sangat mahir membangun serangan dari lini belakang. Bagi penggemar sepak bola Brasil, Aldair adalah bukti bahwa pertahanan "Jogo Bonito" itu nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....