Jadwal PORPROV X Bengkulu 2025 Berpotensi Berubah

  • 13 Apr 2025 12:58 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Jadwal penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) X Bengkulu 2025 yang ditetapkan pada 13-21 Juli 2025 sepertinya bakal berubah. Jadwalnya berpotensi diundur karena faktor ketersediaan anggaran dan sarana-prasarana.

Ketua Panitia Pelaksana PORPROV X Bengkulu 2025 yang juga Ketua Harian KONI Provinsi Bengkulu, Mery Astuti, S.Kom mengatakan bahwa sampai saat ini kepastian anggaran PORPROV belum final meskipun KONI dan Dispora sudah bertemu dengan Gubernur Helmi Hasan belum lama ini.

"Masih terkendala di dana karena belum NPHD. Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, ada kemungkinan PORPROV diundur," ujar Mery saat hadir dalam Dialog Bengkulu Pagi Ini di Pro 1 RRI Bengkulu dengan tema PORPROV X Bengkulu 2025 dan Asa ke PON 2028 Edisi Jumat (12/4/2025).

Mery mengakui saat audiensi dengan Gubernur, KONI memang masih kekurangan data. Kekurangan data yang dipaparkan itu sedang dilengkapi dan ia berharap setelah lengkap bisa menjadi pertimbangan bagi Pemprov Bengkulu untuk menambah alokasi anggaran.

"Soal sarpras, memang kegiatan ini bukan hanya oleh KONI, tapi akan berkolaborasi juga dengan OPD pemprov, seperti Dispora. Untuk nomor pertandingan, masih ada proses seleksi, jadi yang dipaparkan belum tentu dilaksanakan. Ini baru pengajuan dari cabor, belum tentu ada di kabupatennya," katanya.

Mery juga memastikan adanya mekanisme verifikasi untuk memastikan atlet bukan pindahan. "Akan ada verifikasi administrasi. Ada system. Jadi yang tidak memenuhi syarat, akan terseleksi dengan sendirinya," ujarnya.

Menurut Mery, jika PORPROV X ini diundur dari jadwal semula, maka kemungkinan pelaksanaannya juga ada dua pilihan. "Alternatifnya di September dalam rangka Hari Olahraga atau di November yang bertepatan dengan HUT Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Mery memaparkan, salah satu tujuan PORPROV ini adalah menjaring bibit atlet dari semua wilayah dalam Provinsi Bengkulu untuk kemudian dibina sebagai calon atlet Bengkulu untuk menghadapi even yang lebih besar, terutama PON.

"Goalsnya memang Porprov ini untuk menjaring atlet daerah, karena sudah beberapa tahun tidak diselenggarakan. Bibit di daerah tidak muncul karena memang tidak ada even pertandingan yang kita selenggarakan. Nah, untuk penentuan cabor peserta, ini berdasarkan hasil musprov dan diusulkan oleh minimal lima Pengkab KONI," paparnya.

Penyelenggaraan PORPROV sendiri memang sudah dinantikan oleh atlet dan para pengurus cabor. Apalagi ada sejumlah cabor yang perdana diikutkan ke even olahraga dua tahunan ini.

Seperti diakui oleh Pengprov Perbakin Bengkulu. Menurut Ketua Umum Perbakin Bengkulu, Jeffri Subarkah, S. Kom., cabor menembak baru pertama kali ikut Porprov. Selama ini, kata Jeffri, masyarakat lebih kenal Perbakin sebagai kegiatan masuk ke hutan dan berburu.

"Padahal Perbakin kini juga fokus ke prestasi pelajar, sehingga kita sedang gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah," ujarnya.

Selain itu, lanjut Jeffri, baru-baru ini Perbakin juga telah menggelar sertifikasi bagi pelatih ini dalam rangka membentuk SDM di Perbakin. "Kita diberi pelatih dari Iran dan nasional. Jadi kita sudah punya 40 pelatih tersertifikasi," katanya.

Tak hanya menambah jumlah pelatih, Pengprov Perbakin juga sudah membentuk dan mengukuhkan pengurus Perbakin di 7 kabupaten dan kota. "Sebelumnya belum ada Pengkab, baru-baru ini sudah terbentuk 1 pengkot dan 7 pengkab Perbakin yang akan ikut membesarkan Perbakin Bengkulu," paparnya.

Untuk menghadapi PORPROV sendiri, kata Jeffri, persiapan Perbakin sudah dimulai, terutama untuk sarana dan prasarana. Jeffri menyebut, sejumlah alat yang akan dipakai dalam pertandingan, sebenarnya sudah dimiliki oleh anggota Perbakin.

"Untuk tingkat Porprov di kelas senapan angin pompa basic air yang masuk kelas olimpiade, masyarakat itu sudah punya alat sendiri. Juga di nomor band raise, juga sudah punya. Kita juga punya 2 unit untuk air pistol," katanya.

Untuk calon peserta, kata Jeffri, Perbakin sudah membatasi usia pesertanya maksimal 30 tahun. Sementara dalam rangka pembinaan, Perbakin memberi kesempatan kepada peserta sejak usia dini, terutama dari kalangan pelajar.

Antusiasme menyambut PORPROV X Bengkulu juga diutarakan KONI Bengkulu Tengah (Benteng). Menurut Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Benteng, Debby Agust Jointo, S.Pd, agenda PORPROV kali ini juga ikut mendorong terjadinya pembenahan organisasi pengurus cabor di Benteng.

Jika sebelumnya KONI Benteng baru menaungi 25 cabor, saat ini jumlahnya sudah bertambah menjadi 26 cabor. "Iya, ada faktor kepentingan menghadapi Porprov sehingga cabor-cabor juga diingatkan untuk mempersiapkan diri," kata Debby yang juga hadir dalam dialog tersebut.

Debby menyatakan, POPRORV ini memang ditunggu-tunggu karena ini menjadi ajang untuk melihat sejauh mana hasil latihan dan pembinaan yang sudah berjalan selama ini di masing-masing cabor yang ada di Bengkulu Tengah, khususnya.

"Untuk proses seleksi di KONI Benteng, kami menyampaikan kepada pengcab untuk melaksanakan seleksi dan mempersiapkan atletnya masing-masing, baik TC mandiri maupun terpusat, karena memang tidak ada POPKAB," imbuhnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov Hapkido Bengkulu, Humisar Tambunan SH MH, mempertanyakan dasar atau alasan KONI yang menetapkan 17 cabor di PORPROV X ini. Menurut dia, penentuan cabor tersebut mestinya berorientasi kepada pembinaan yang berkelanjutan dan target medali di level PON mendatang.

"Terkait Porprov, Hapkido memang sudah tahu sejak awal akan digelar. Hapkido, sebenarnya kalau kami mau paksakan bisa ikut dalam Porprov. Tapi kami realistis, sebagai pendatang baru memang basis kami baru Kota dan Benteng," kata Humisar yang bergabung dalam dialog melalui sambungan zoom.

Humisar mengingatkan agar PORPROV tidak sekedar menjadi kegiatan untuk meramaikan saja, tetapi harusnya punya tujuan dan target yang jelas. "Jangan sampai tidak ada keseimbangan. Misalnya, seluruh cabor dikuasai oleh Kota, karena Kota yang paling dominan pembinaannya," katanya.

Pengacara kondang ini juga berharap prestasi atlet antara wilayah dalam even PORPROV ini nantinya jomblang atau senjang. "Jangan sampai atlet dari kabupaten, hasil pembinaan kota. Apakah ada syarat bagi atlet harus atlet setempat. Misalnya, jangan sampai atlet kota yang turun mewakili di kabupaten," imbuhnya.

Lebih jauh, Humisar juga menyarankan agar KONI Bengkulu punya focus atau konsentrasi pembinaan kepada cabor unggulan, yaitu cabor-cabor yang paling sering menyumbang medali bagi Bengkulu di level nasional seperti PON.

"Contoh, Bengkulu itu biasanya raih medali di PON dari gulat. Intinya, kita berharap atlet kita bisa juga berprestasi di tingkat nasional. Jadi, kepada KONI kami minta agar lebih selektif," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....