Cerita Zaif dan Lisna di Kalimantan Utara

  • 19 Jul 2024 19:36 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) tahun 2024 merupakan salah satu inisiatif Kemenpora dalam bidang pelayanan kepemudaan.

Program ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pemuda dalam mengembangkan potensi serta mempererat persatuan antar pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun ini, PPAP dilaksanakan di dua provinsi: Bengkulu dan Kalimantan Utara.

Mengusung tema “Pemuda Maju, Raih Indonesia Emas 2045”, PPAP 2024 menjadi platform penting bagi para pemuda untuk bertukar ide, membangun jaringan, dan memperkuat semangat nasionalisme. Dengan semangat dan tekad yang kuat, para pemuda diyakini akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan bangsa dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pemuda hebat dan kreatif dari seluruh Indonesia, termasuk Bengkulu. Delegasi dari provinsi Bengkulu adalah Hudzaif Ikhwanuddin dan Lisnawati Dalimunthe. Hudzaif dan Lisnawati terpilih untuk mengikuti PPAP di Zona Tengah, Kalimantan Utara, Desa Karang Agung, Kec. Tanjung Palas Utara, Kab. Bulungan.

"Banyak pengalaman yang berkesan selama hampir 3 minggu berkegiatan, yang paling berkesan dan seru ialah kegiatan welcoming party dengan adat tradisi Meja Panjang khas suku Dayak di desa Pimping. Upacara penyambutan yang kental akan nilai-nilai tradisi dan budaya ini membuat kami merasa disambut dengan begitu meriah, hangat, dan penuh suka cita. Barisan panjang para penari dari berbagai macam suku Dayak, dengan pakaian tradisional dan iringan musik khas, dan berbagai macam hidangan tradisional disajikan" ungkap Hudzaif yang akrab disapa Zaif.

"Melalui kegiatan ini, saya belajar banyak tentang keragaman budaya dan tradisi Indonesia dari dekat. Hal yang paling seru dan haru bagi saya ketika melihat antusias masyarakat Kalimantan Utara yang merupakan tuan rumah di zona tengah tempat saya mengabdi menyambut kami dengan berbagai tradisi adat serta bertemu dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda dan berbagi pengalaman hidup serta ide-ide mereka" tambah Lisna.


Zaif, Lisna, dan delegasi PPAP lain melaksanakan berbagai kegiatan pengembangan pemuda di sana. Poin-poin sasaran pembangunan yang mereka lakukan adalah; Pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi


"Menurut kami, melibatkan pemuda secara langsung dalam pemecahan masalah kepemudaan dalam bentuk program ini merupakan langkah tepat pemerintah Indonesia dalam mengatasi dan menangani permasalahan kepemudaan di Indonesia" tambah Zaif.

(Wawancara eksklusif Bersama Zaif dan Lisna)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....