Awas Terjebak Judi Online dan Pekerja Migran Ilegal!

  • 23 Jun 2026 07:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan mengajak pemerintah daerah memperketat pengawasan keberangkatan pekerja migran demi keselamatan bersama. Langkah taktis ini diambil karena maraknya kasus pemuda Indonesia yang terjebak sindikat penipuan digital di mancanegara.

Deputi Politik Luar Negeri Mohammad Koba menegaskan bahwa masalah migrasi ilegal sudah menjadi kejahatan lintas negara. Jaringan kriminal tersebut kini melibatkan banyak pihak mulai dari agen perekrut terlarang sampai operator judi online global.

Melansir dari laman Kemenko Polkam RI, Pemerintah membutuhkan respons terpadu yang kuat mencakup aspek pencegahan hukum dan kerja sama internasional secara menyeluruh. Batam sengaja dipilih sebagai lokasi kampanye utama karena posisinya sangat strategis menjadi pintu gerbang keluar negeri.

Data terbaru menunjukkan ribuan warga negara Indonesia justru aktif menjadi pelaku berulang dalam industri kriminal di Kamboja. Sungguh mengerikan karena jaringan kejahatan cyber ini dilaporkan telah meluas sangat jauh sampai Senegal dan Belarus.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mencatat perputaran dana haram judi online mencapai angka ratusan triliun. Fenomena sosial yang buruk ini jelas merusak tatanan keluarga menghancurkan dunia pendidikan serta masa depan generasi muda.

Masyarakat harus mendapatkan informasi valid sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri agar tidak menjadi korban penipuan. Menko Polkam bahkan bergerak cepat membentuk Desk Koordinasi Pelindungan Pekerja Migran demi memperkuat pengawasan secara nasional.

Dinas Tenaga Kerja Kepulauan Riau berkomitmen penuh mempersempit ruang gerak mafia perdagangan manusia lewat regulasi ketat. Ingatlah selalu bahwa berangkat bekerja secara legal adalah kunci utama menghindari jebakan maut sindikat internasional tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....