Mendiktisaintek Dorong Penerimaan Mahasiswa Baru dengan Beasiswa Daerah

  • 12 Jun 2026 10:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dorongan untuk memperluas akses pendidikan kedokteran melalui skema beasiswa pemerintah daerah mendapat perhatian luas di lingkungan perguruan tinggi kesehatan. Gagasan yang diinisiasi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, melalui siaran pers yang diterbitkan pada Kamis, 11 Juni 2026, dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut menempatkan pemerintah daerah sebagai mitra penting dalam pembiayaan pendidikan calon dokter dari wilayah masing-masing. Dengan dukungan anggaran daerah, peluang putra-putri lokal untuk menempuh pendidikan kedokteran menjadi semakin terbuka.

Menurut Brian Yuliarto, tantangan sektor kesehatan nasional tidak hanya berkaitan dengan jumlah dokter yang tersedia. Persoalan pemerataan tenaga medis hingga ke daerah-daerah yang masih kekurangan layanan kesehatan juga menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Model penerimaan mahasiswa yang diterapkan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Manado menjadi salah satu contoh yang mendapat apresiasi pemerintah. Kampus tersebut menyediakan kuota khusus bagi puluhan mahasiswa daerah yang seluruh biaya pendidikannya ditanggung oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memandang pola seleksi tersebut sebagai praktik baik yang layak diperluas. Selain membuka akses pendidikan, skema itu diyakini mampu mendorong lahirnya dokter-dokter yang memiliki keterikatan kuat dengan daerah asalnya.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu. Pihak fakultas menilai program beasiswa daerah dapat menjadi instrumen efektif untuk memperkuat pemerataan layanan kesehatan di masa depan.

Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FKIK Universitas Bengkulu, Enny Nugraheni Sulistyorini, mengatakan pola penerimaan melalui beasiswa daerah pernah diterapkan kampusnya pada masa awal pembentukan program studi kedokteran. Pengalaman itu menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan manfaat nyata.

Ia menjelaskan bahwa pada periode awal penerimaan mahasiswa kedokteran, sejumlah mahasiswa memperoleh dukungan biaya pendidikan dari pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Program tersebut berjalan berdampingan dengan jalur seleksi nasional dan berbagai skema bantuan pendidikan lainnya.

Para penerima beasiswa berasal dari sejumlah daerah yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Kehadiran mereka di bangku kuliah kedokteran menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia kesehatan yang lebih merata.

Hasil program itu mulai terlihat setelah para mahasiswa menyelesaikan pendidikan mereka. Sebagian telah berpraktik sebagai dokter, sementara lainnya melanjutkan pendidikan spesialis sebelum kembali mengabdi di daerah asal.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa investasi pendidikan kedokteran berbasis daerah dapat memberikan dampak jangka panjang. Selain mencetak tenaga medis yang kompeten, program itu juga membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....