DPP IMM: Mendikdasmen Pro Rakyat, Respon Cepat Siswa Korban Kebakaran Kemayoran
- 05 Jun 2026 18:25 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, kembali menunjukkan komitmennya sebagai menteri yang dekat dengan rakyat. Hal itu dibuktikan melalui perhatian dan kepeduliannya terhadap para siswa yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Kemayoran, Rabu 3 Juni 2026.
Di tengah kondisi sulit yang dihadapi para korban, khususnya anak-anak usia sekolah yang kehilangan tempat tinggal dan berbagai perlengkapan belajar, Kemendikdasmen bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Menteri Abdul Mu'ti juga cepat menghubungi satuan pendidikan, serta berbagai pihak terkait guna memastikan hak pendidikan para siswa tetap terpenuhi.
Dalam keterangannya Mendikdasmen menegaskan tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat bencana. Oleh karena itu, berbagai langkah penanganan dilakukan, mulai dari pendataan siswa terdampak, pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah, hingga memastikan proses pembelajaran tetap dapat berlangsung dengan baik.
Sebanyak 20 murid SDN Kebon Kosong 09 yang terdampak menerima bantuan paket school kit berupa tas, seragam merah-putih, dan perlengkapan sekolah, serta santunan sebesar Rp200 ribu per murid. Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menyiapkan 139 paket school kit dan santunan yang akan disalurkan kepada seluruh murid terdampak di lingkungan sekolah maupun di kawasan sekitar musibah.
Selain dukungan bagi murid, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Bantuan santunan masing-masing sebesar Rp10 juta diserahkan kepada Mariana Siregar (guru SDN Kebon Kosong 02), Aidil (tenaga kependidikan SDN Utan Panjang 01), serta Sudarni (guru PAUD Mawar) yang turut menjadi korban terdampak kebakaran.

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk Bendahara DPP IMM dari Bengkulu, Iqbal Hafsari. Menurutnya langkah Menteri Abdul Mu'ti sebagai simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Bagi para siswa korban kebakaran, kata Iqbal, perhatian pemerintah menjadi sumber semangat untuk kembali menjalani aktivitas belajar dan meraih cita-cita mereka. “Pendidikan tidak boleh berhenti karena bencana. Negara harus hadir memastikan setiap anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar dan tumbuh menjadi generasi yang unggul,” ujarnya.
Iqbal menambakan langkah Menteri Abdul Mu'ti menjadi semangat yang terus dikedepankan dalam setiap langkah penanganan terhadap peserta didik yang terdampak musibah. "Langkah cepat dan responsif yang ditunjukkan Kemendikdasmen memperkuat penilaian masyarakat bahwa Abdul Mu'ti merupakan salah satu menteri yang paling pro rakyat, dengan menempatkan kepentingan siswa dan masa depan pendidikan sebagai prioritas utama," katanya.
Iqbal percaya, melalui kepedulian terhadap siswa korban kebakaran Kemayoran, Kemendikdasmen kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya soal proses belajar di ruang kelas. Tetapi juga tentang memastikan negara hadir memberikan perlindungan dan harapan bagi anak-anak Indonesia di saat mereka menghadapi kesulitan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....