DPC-PPP Bengkulu Angkat Bicara Soal Dinamika Muktamar-X
- 30 Sep 2025 15:59 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Bengkulu resmi menyampaikan sikap terkait dinamika pelaksanaan Muktamar X PPP. Polemik muncul setelah perdebatan panas antara Ketua DPC PPP Bengkulu, Dedy Exwan, dan tokoh senior partai, Amir Uskara.
Ketua DPC PPP Bengkulu, Dedy Exwan menerangkan, ketegangan dipicu sikap Amir yang dinilai terlalu memaksakan diri memimpin sidang. Padahal mayoritas muktamirin menghendaki sidang dipimpin Steering Committee (SC) agar lebih netral.
“Muktamirin terpancing emosi karena arogansi Amir Uskara. Peserta ingin sidang dipimpin orang yang netral, bukan tim sukses calon ketua umum,” tegas Dedy Exwan di Bengkulu pada Selasa (30/9/2025).
Ia menekankan, netralitas pimpinan sidang adalah harga mati demi menjaga kondusifitas forum. Terlebih jika dipimpin pihak yang dianggap tidak independen, potensi kericuhan semakin besar.
Meski begitu, Dedy menilai dinamika tersebut masih wajar dalam forum demokrasi partai.
“Inilah bukti bahwa kader PPP memiliki semangat memperjuangkan perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, banyak kader menginginkan figur baru karena kepemimpinan Mardiono dianggap gagal membawa PPP keluar dari krisis. Dengan itu PPP disebut membutuhkan sosok segar yang mampu menggerakkan mesin partai, merangkul semua elemen, dan mengembalikan marwah partai.
Lebih lanjut dia menegaskan pentingnya menjaga persatuan pasca-muktamar. Mengingat siapapun yang terpilih harus mendapat dukungan penuh demi menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.
“Kami berharap seluruh kader legawa menerima hasil muktamar. Saatnya PPP bangkit dengan kepemimpinan yang mampu mempersatukan,” ungkap Dedy.
Selain itu menutup keterangan dengan ajakan memperkuat konsolidasi dari pusat hingga daerah. Tanpa persatuan, PPP akan sulit kembali menjadi kekuatan politik besar di Indonesia.
Senada salah satu peserta asal Bengkulu, Iwan, menyebut dirinya bersama perwakilan dari 29 provinsi lain mendukung Agus Suparmanto sebagai calon ketua umum. Dimana Agus dinilai lebih berpengalaman dan mampu membangun komunikasi lintas kalangan.
“Kami memberikan dukungan penuh kepada Agus Suparmanto. Mari junjung tinggi hasil Muktamar X sebagai forum tertinggi partai,” kata Iwan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....