Indonesia Masuk Dewan Universal Postal Union
- 30 Sep 2025 14:16 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Kepercayaan dunia terhadap Indonesia semakin menguat dengan terpilihnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ke jajaran Council of Administration (CA) dan Postal Operations Council (POC) Universal Postal Union (UPU) periode 2025–2029.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, Selasa (30/9/2025) di Jakarta menegaskan, keanggotaan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi digital sektor pos dan logistik. Tiga komitmen utama ditegaskan: modernisasi layanan pos nasional, membuka akses UMKM ke pasar global, serta menyiapkan ekosistem logistik Indonesia agar mampu bersaing di era digital.
“Keanggotaan Indonesia di CA dan POC UPU menegaskan posisi strategis kita dalam menentukan masa depan layanan pos dunia. Lebih dari sekadar prestasi diplomasi, ini adalah peluang memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus menghadirkan ekosistem pos yang adil, inklusif, dan relevan dengan era digital,” ujar Edwin.
Partisipasi Indonesia di dua dewan penting UPU ini menjadi titik balik transformasi layanan pos nasional, mulai dari digitalisasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga integrasi dengan ekosistem e-commerce. Manfaat yang akan dirasakan masyarakat antara lain peningkatan kualitas layanan pengiriman internasional, penguatan layanan keuangan pos, serta sistem logistik yang menopang pertumbuhan ekonomi digital.
Edwin menambahkan, langkah ini sejalan dengan prioritas nasional memperkuat daya saing UMKM. Melalui peran aktif di UPU, akses ekspor produk UMKM akan makin terbuka, sementara dukungan pemerintah pada riset, sertifikasi, dan digitalisasi logistik akan diperkuat.
Kepercayaan dunia terhadap transformasi sektor pos Indonesia juga terlihat dari penghargaan internasional, antara lain Trade Post Awards 2024 dan Rising Star in Postal Development yang diterima dalam peringatan Hari Pos Sedunia di Bern, Swiss.
Indonesia berkomitmen memperjuangkan kepentingan negara-negara Global Selatan agar kebijakan pos dunia lebih adil dan inklusif. “Kami ingin memastikan transformasi pos global tidak hanya menguntungkan negara maju, tetapi juga menjadi sarana pembangunan bagi negara lain yang sedang beradaptasi dengan digitalisasi,” jelas Edwin.
Lebih jauh, ia menegaskan keanggotaan Indonesia di UPU sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. “Sektor pos akan menjadi katalis penguatan konektivitas, peningkatan daya saing UMKM, serta percepatan ekonomi digital nasional,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....