Pemerintah Siapkan Libur Sekolah 2025 Aman dan Nyaman
- 27 Jun 2025 18:26 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Menyambut datangnya libur sekolah 2025, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersiap menghadirkan destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkesan. Imbauan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Libur Sekolah 2025 yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri. Menteri Pariwisata juga menyosialisasikan Surat Edaran (SE) yang menjadi acuan kesiapan daerah dan pelaku usaha sektor pariwisata dalam menghadapi lonjakan wisatawan selama libur kenaikan kelas.
Dikutip dari laman Kemenpar, Menteri Widiyanti menekankan bahwa libur sekolah adalah momen penting yang turut mendorong aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, khususnya di sektor pariwisata. Namun, peningkatan pergerakan ini juga diiringi potensi risiko, mulai dari keselamatan pengunjung, potensi bencana alam, hingga masalah kedisiplinan di destinasi. Oleh karena itu, antisipasi dan sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memastikan liburan berjalan lancar.
Surat Edaran yang disampaikan Menteri Pariwisata berisi imbauan kepada pemerintah daerah untuk menerapkan prinsip CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), serta standar usaha pariwisata berbasis risiko sesuai Permenpar 4/2021. Pemerintah daerah juga diminta aktif berkoordinasi dengan pihak terkait demi kelancaran operasional destinasi, terutama yang menjadi favorit kunjungan keluarga dan anak-anak.
| Baca juga: [HOAKS] Prabowo Bangun 1 Juta Kantor MBG |
Selain itu, pengelola destinasi wisata diminta memberikan pelayanan optimal, memastikan SOP dan standar keamanan berjalan baik — terutama untuk wahana berisiko tinggi — serta menyampaikan informasi destinasi melalui berbagai kanal, termasuk media sosial. Menteri juga meminta agar disediakan rest area yang nyaman untuk pengemudi dan wisatawan, serta dilakukan pemantauan terhadap potensi gangguan kenyamanan di lapangan.
Menutup paparannya, Menteri Widiyanti berharap Surat Edaran dan 22 modul panduan mitigasi risiko yang dilampirkan dapat menjadi rujukan operasional di tiap daerah. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan pariwisata yang aman, tertib, dan ramah, terutama untuk keluarga dan anak-anak. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menambahkan bahwa modul-modul tersebut juga bisa menjadi panduan keselamatan dan kenyamanan selama masa libur sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....