Raker dengan Mendikdasmen, Dewi Coryati : Evaluasi Sistem PPDB
- 23 Jan 2025 18:38 WIB
- Bengkulu
KBRN, Jakarta : Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sorotan dalam rapat kerja, antara Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI).
Terlebih Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Dr. Hj. Dewi Coryati menilai sistem zonasi dalam PPDB harus dievaluasi.
"Dalam Raker (Rapat Kerja) kemarin, secara langsung saya sampaikan kepada Pak Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti, pentingnya evaluasi PPDB dengan sistem zonasi," ungkap Dewi pada Rabu, (22/1/2024).
Menurut Dewi, pentingnya evaluasi sistem PPDB itu, seperti di Provinsi Bengkulu kebijakan ini cenderung berdampak pada ketidakseimbangan kapasitas sekolah, dengan penerimaan siswanya. Dengan itu akhirnya masih terjadi adanya sekolah yang kekurangan, dan ada pula yang kelebihan siswa.
Padahal, lanjut Dewi, niat awal penerapan PPDB sistem zonasi ini, bertujuan untuk meniadakan sekolah unggulan yang menjadi favorit siswa.
"Pada praktiknya, fakta yang terjadi malah sebaliknya karena tidak sejalan dengan niat awal yang dimaksud. Makanya kita menilai pelaksanaan PPBD dengan sistem zonasi ini perlu dikaji ulang," tegas Dewi.
Selain itu Dewi juga mengemukakan, lingkungan yang kompetitif, juga harus diciptakan dalam pendidikan terhadap para siswa. Dengan itu dapat melahirkan generasi penerus bangsa, yang juga siap bersaing dalam menghadapi tantangan zaman.
"Harus kita sadari, bahwa lingkungan pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan generasi unggul. Tapi tetap saja banyak hal yang perlu diperhatikan, terkait soal PPDB," ujar Dewi.
Disisi lain, Dewi menyampaikan, dalam raker tersebut ada beberapa poin pembahasan lainnya terkait program percepatan 100 hari kerja Mendikdasmen.
Seperti terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan penambahan jam olahraga di sekolah.
"Kita pada prinsipnya menyambut baik program-program itu, terlebih untuk mengoptimalkan pendidikan nasional," pungkas Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....