Asal Usul Bendera Kuning di Indonsia
- 30 Jun 2024 19:25 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu. Tahukah Anda bahwa golongan yang pertama kali menggunakan bendera warna kuning ialah kaum kolonial Belanda? Namun, penggunaan bendera tersebut bukan sebagai tanda berkabung atas orang meninggal dunia.
Bagi kaum kolonial Belanda, bendera dengan warna kuning digunakan sebagai simbol karantina untuk melawan wabah penyakit.
Dulunya, pada masa penjajahan Belanda, ada banyak wabah penyakit yang sempat merebak dan memakan korban jiwa. Pemerintah kolonial Belanda menetapkan bahwa siapapun yang sedang sakit harus menjalani karantina. Mereka memasang lembaran kuning yang bertuliskan huruf Q.
Huruf Q tersebut merupakan simbol “Quarantine” atau karantina bagi orang yang terkena wabah. Jika ada korban akibat wabah penyakit tersebut, kolonial Belanda akan memasang bendera bertuliskan huruf Q itu di depan rumahnya. Apabila jumlah korban sangat banyak, maka bendera dipasang di sudut jalanan.
Sejak peristiwa itulah, masyarakat Indonesia pun mengenal bendera kuning sebagai pertanda telah terjadi musibah kedukaan di lingkungan sekitar. Simbol yang dulunya dibuat oleh golongan kolonialis kemudian orang Indonesia menjadikannya sebagai simbol tradisi lokal, terutama di masa kini.
Wabah penyakit tersebut mungkin sudah lama sirna, tetapi masyarakat Indonesia tetap menggunakan warna bendera itu. Bisa dibilang menjadikannya sebagai cara agar mereka memperingatkan masyarakat sekitar bahwa seseorang sudah meninggal dunia tanpa adanya keributan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....