Mengenal Kelelawar Mamalia Unik Penjaga Keseimbangan Alam

  • 29 Jan 2026 09:28 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang mampu terbang secara aktif. Hewan nokturnal ini kerap disalahpahami karena dianggap berbahaya, padahal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Menurut National Geographic, kelelawar termasuk dalam ordo Chiroptera yang berarti “tangan bersayap”. “Struktur sayap kelelawar terbentuk dari selaput kulit yang membentang di antara jari-jari tangan,” tulis National Geographic dalam laporan ilmiahnya tentang karakteristik kelelawar.

Kelelawar terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni pemakan buah dan pemakan serangga. Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan bahwa kelelawar pemakan buah berperan penting dalam penyebaran biji dan penyerbukan tanaman, sementara kelelawar pemakan serangga membantu mengendalikan populasi hama secara alami.

Selain perannya bagi lingkungan, kelelawar juga memiliki kemampuan navigasi yang unik. Smithsonian National Museum of Natural History menyebutkan bahwa kelelawar menggunakan sistem ekolokasi, yaitu memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi objek di sekitarnya saat terbang di malam hari.

Meski memiliki manfaat besar, kelelawar juga dapat menjadi reservoir alami sejumlah virus. Namun para ahli menekankan bahwa risiko penularan kepada manusia sangat kecil apabila tidak terjadi kontak langsung. WHO menyatakan bahwa gangguan habitat satwa liar menjadi salah satu faktor meningkatnya interaksi manusia dan hewan.

Oleh karena itu, para pakar konservasi mengimbau masyarakat untuk tidak memburu atau merusak habitat kelelawar. FAO menegaskan bahwa menjaga kelestarian kelelawar sama artinya dengan menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan pangan.

Dengan pemahaman yang tepat, kelelawar tidak lagi dipandang sebagai ancaman semata, melainkan sebagai bagian penting dari ekosistem yang perlu dilindungi bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....