Lidah Buaya, Tanaman Beragam Manfaat untuk Pertanian
- 28 Feb 2025 18:44 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Pupuk dan pestisida merupakan komponen penting dalam tumbuh kembang tanaman. Penggunaan pupuk dan pestisida kimiawi dalam jangka panjang, bisa berakibat buruk pada kesehatan manusia juga lingkungan yang bisa berdampak pada kerusakan tanah.
Belakangan ini, penggunaan pupuk dan pestisida alami (organik) mulai diperkenalkan pada petani. Disamping untuk memperbaiki kualitas tanah dan air, kelangkaan pupuk dan pestisida kimiawi juga semakin menyulitkan petani.
Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat pupuk dan pestisida alami adalah lidah buaya yang terbukti mampu meningkatkan produksi tanaman.
Lidah buaya (Aloe vera (L.) Webb.) memiliki potensi sebagai pestisida nabati karena telah diketahui mengandung senyawa ant-bakteri.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak lidah buaya lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan koloni bakteri Xanthomonas oryzae dibanding bahan aktif streptomycinsulfat, dan aplikasi 80% ekstrak lidah buaya pada tanaman padi di rumah kaca,menghasikan intensitas serangan penyakit lebih rendah dibanding ekstrak daun sereh danstreptomycin sulfat.
Senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman lidah buaya antara lain saponin, flavonoida, polifenol dan tanin. Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan pestisida nabati adalah daging daun. Ekstrak lidah buaya bersifat sebagai insektisida, bakterisida, dan fungisida. Selain itu lidah buaya dapat digunakan sebagai perekat alami/perata dalam aplikasi pestisida.
Cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan dasar lidah buaya cukup mudah, yaitu hanya dengan menyiapkan 1 liter lidah buaya yang sudah dihaluskan, kemudian disaring, 1 sendok sabun/deterjen 600 ml air, ember untuk mencampurkan semua bahan tersebut. Sebelum diaplikasikan perlu difermentasi selama satu hari. OPT sasaran dapat berupa Ulat grayak, ulat jengkal, bakteri, bekicot dan cendawan, adapun metode aplikasi hanya dengan menyemprotkan pada bagian tanaman yang terserang.
Sementara untuk pupuk organik cair, lidah buaya mengandung serat yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat fisik tanah, terutama berkaitan dengan meningkatkan porositas tanah, mengandung unsur hara N,P,K, Ca, dan Mg yang berperan sebagai nutrisi penting bagi tanaman.
Pembuatan pupuk organik cair dengan bahan dasar lidah buaya diperlukan tambahan bahan berupa 1liter air cucian beras, 200gram gula pasir, dan 2 tetes EM4 (Effective Microorganism 4 yang merupakan kultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman) untuk mempercepat proses fermentasi.
Cara pembuatannya meliputi pencacahan lidah buaya menjadi ukuran yang lebih kecil, kemudian ditambahkan gula pasir yang sudah dilarutkan, air beras dan EM4, setelah itu dimasukan kedalam botol atau ember dengan penutup yang terhubung dengan selang dan botol yang berisi air.
Fermentasi dilakukan selama 4-5 hari, cara aplikasi dapat dilakukan dengan konstentasi 5ml/L, sedangkan dosisnya 5ml pertanaman.
Potensi lidah buaya sebagai pestisida nabati dan pupuk organik cair menjadikan tanaman lidah buaya menjadi salah satu komoditas pertanian daerah tropis yang mempunyai peluang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia sebagai usaha agribisnis dengan prospek yang cukup menjanjikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....