Kuliner Lemang Tapai Ketan Hitam: Tetap Bertahan di tengah Kenaikan Harga
- 20 Agt 2026 07:36 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID. Bengkulu - Lemang tapai ketan hitam merupakan kuliner tradisional yang masih digemari masyarakat hingga saat ini. Dengan cita rasa khas dan proses pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun warga kelurahan pagar dewa, makanan tradisional ini tetap menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai acara, mulai dari perayaan hari besar, acara adat, hingga konsumsi sehari-hari.
Salah satu pedagang lemang tapai ketan hitam, Siti,warga jalan Sungai rupat, kelurahan pagar dewa, Kota Bengkulu, mengatakan usaha yang telah dijalaninya selama kurang lebih 10 tahun kini menghadapi berbagai kendala, terutama akibat kenaikan harga bahan baku. Meski demikian, siti tetap mempertahankan kualitas produknya, dengan omset yang dapat mencapai sekitar Rp1.000.000 per hari saat penjualan ramai dan keuntungan bersih sekitar Rp3.000.000 per bulan.
Menurut Siti, tapai ketan hitam merupakan produk yang tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Proses fermentasi yang berlangsung terus-menerus membuat rasa tapai menjadi semakin asam apabila terlalu lama disimpan. Kondisi ini membuat pedagang harus memperkirakan jumlah produksi dengan cermat agar tidak mengalami kerugian.
“ Untuk kualitas tapai ketan hitam itu hanya bertahan beberapa hari saja. Kalau sudah lewat 3 hari sudah tidak kami jual lagi karena rasanya sudah berbeda dan sangat asam.”
Selain kenaikan harga bahan baku, penjualan yang tidak menentu juga menjadi tantangan bagi Siti. Dalam sehari, ia dapat memproduksi sekitar 50 batang lemang, namun terkadang hanya sekitar 20 batang yang terjual sehingga sebagian stok tersisa dan tidak dapat dijual kembali demi menjaga kualitas produk yang tetap baik bagi konsumen.
Sementara itu, salah satu pembeli, warga pagar dewa,ulan, mengaku rutin membeli lemang tapai ketan hitam karena menyukai cita rasa khas yang dimiliki makanan tradisional tersebut. Menurutnya, selain rasanya yang enak, harga yang ditawarkan juga tetap terjangkau dan stabil meskipun harga bahan pokok di pasaran mengalami kenaikan, sehingga tidak mempengaruhi minatnya untuk terus membeli.
“Saya cukup sering membeli lemang dan tapai ketan hitam ini, karena rasanya yang enak dan harganya juga cukup murah, jadi saya ingin terus menerus membelinya” jelas Ulan.
Jelas ulan,membeli lemang tapai ketan hitam biasanya disajikan untuk kegiatan pesta maupun saat bersantai bersama keluarga. Harapannya, kuliner tradisional ini dapat terus lestari dan dikenal oleh generasi mendatang. (Yunita UMB/RRI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....