Cara Masak Cabai Hijau agar Tidak Pahit

  • 20 Jun 2026 13:21 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Cabai hijau merupakan bahan utama dalam berbagai masakan Indonesia, tetapi banyak orang mengeluhkan rasa pahit yang muncul setelah dimasak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan senyawa kimia akibat pemanasan berlebih dapat memengaruhi rasa, aroma, dan warna cabai hijau sehingga cita rasanya menjadi kurang segar.

Penelitian berjudul Color, Capsaicin and Volatile Components of Baked Thai Green Chili menemukan bahwa pemanggangan cabai hijau pada suhu tinggi dan waktu yang terlalu lama menyebabkan penurunan kandungan capsaicin serta hilangnya sejumlah senyawa volatil pembentuk aroma segar cabai. Peneliti juga melaporkan bahwa warna hijau cabai mengalami perubahan signifikan ketika dipanaskan lebih dari 10 menit pada suhu tinggi, yang menandakan terjadinya degradasi komponen penting dalam cabai.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry menunjukkan bahwa proses pemanasan mengurangi kandungan klorofil pada cabai hijau. Klorofil merupakan pigmen yang memberikan warna hijau alami dan berkontribusi terhadap karakter rasa segar pada cabai, sehingga kerusakannya dapat menyebabkan perubahan cita rasa yang tidak diinginkan.

Penelitian oleh Si dkk. (2014) berjudul Stability of Capsaicinoid Content at Raised Temperatures menemukan bahwa kandungan capsaicinoid pada cabai menurun seiring meningkatnya suhu dan lamanya pemanasan. Temuan ini menunjukkan bahwa memasak cabai terlalu lama tidak hanya mengurangi sensasi pedas, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan rasa alami cabai.

Berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut, penggunaan api sedang saat menumis cabai hijau menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kualitas rasa. Pemanasan yang singkat membantu mempertahankan senyawa aroma, warna hijau, dan komponen rasa sehingga risiko munculnya rasa pahit dapat dikurangi.

Selain teknik memasak, pemilihan bahan juga berpengaruh terhadap tingkat kepahitan. Cabai hijau yang masih segar cenderung memiliki karakter rasa yang lebih baik, sedangkan cabai yang terlalu tua atau disimpan terlalu lama dapat menghasilkan rasa pahit yang lebih kuat saat dimasak, sebagaimana juga sering dilaporkan dalam berbagai observasi kuliner dan penelitian pascapanen cabai.

Dengan demikian, cara paling efektif agar cabai hijau tidak pahit adalah menggunakan cabai segar, membuang bagian putih dan sebagian bijinya, serta memasaknya dengan api sedang dalam waktu singkat. Kesimpulan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa pengendalian suhu dan durasi pemanasan merupakan faktor utama dalam menjaga kualitas rasa, warna, dan aroma cabai hijau selama proses memasak.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....