Budaya Ketupat jelang Idul Adha

  • 21 Mei 2026 21:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Tradisi membuat ketupat masih terus dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari budaya turun-temurun yang terus dijaga hingga sekarang.

Ketupat identik dengan kebersamaan keluarga saat mempersiapkan hidangan hari raya. Banyak warga mulai menyiapkan anyaman janur beberapa hari sebelum Idul Adha tiba.

Di berbagai daerah, tradisi membuat ketupat dilakukan secara gotong royong. Para ibu biasanya berkumpul sambil berbagi cerita dan pengalaman memasak.

Ketupat juga memiliki makna filosofis tentang kesucian dan kebersihan hati. Bentuk anyamannya melambangkan kesalahan manusia yang saling terkait dan perlu dimaafkan.

Menjelang Idul Adha, permintaan janur kelapa di pasar tradisional meningkat cukup tinggi. Para pedagang mengaku penjualan janur bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa.

Selain menjadi makanan pendamping opor dan rendang, ketupat juga dianggap simbol kemeriahan hari raya. Kehadirannya selalu dinantikan oleh banyak keluarga saat berkumpul bersama.

Masyarakat berharap tradisi ketupat tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern. Generasi muda pun mulai diajarkan cara membuat ketupat agar budaya tersebut tidak hilang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....