Dilema Ikan Sapu-Sapu: antara Hiasan dan Konsumsi

  • 18 Apr 2026 07:20 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Ikan sapu-sapu atau Loricariidae selama ini lebih dikenal luas oleh masyarakat sebagai ikan hias pembersih akuarium. Spesies ini sangat efektif dalam memakan alga serta sisa makanan yang menempel pada dinding kaca wadah ikan. Popularitasnya sebagai "petugas kebersihan" bawah air menjadikannya pilihan utama bagi para penghobi akuarium di berbagai daerah.

Secara teknis, ikan yang sering disebut pleco ini sebenarnya bisa dikonsumsi oleh manusia karena memiliki kandungan gizi. Dagingnya dapat diolah menjadi berbagai hidangan apabila ikan tersebut berasal dari budidaya atau perairan yang terjamin kebersihannya. Namun, masyarakat perlu sangat berhati-hati dalam memilih sumber ikan sebelum memutuskan untuk mengolahnya menjadi makanan.

Kekhawatiran utama muncul karena ikan sapu-sapu di Indonesia sering ditemukan di sungai-sungai dengan tingkat pencemaran yang sangat tinggi. Ikan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di lingkungan kotor, namun risiko akumulasi logam berat di tubuhnya sangatlah besar. Mengonsumsi ikan yang berasal dari perairan tercemar seperti Sungai Ciliwung dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Selain isu kesehatan, ikan sapu-sapu juga menjadi sorotan karena statusnya sebagai spesies invasif di ekosistem perairan lokal. Karena tidak memiliki predator alami, populasi mereka sering kali mendominasi sungai dan menggeser keberadaan spesies ikan asli Indonesia. Pemerintah di berbagai daerah kini mulai memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh ledakan populasi ikan ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih jenis ikan konsumsi demi keamanan pangan. Pastikan ikan yang akan dimakan berasal dari sumber air yang jernih dan bebas dari limbah industri maupun domestik. Edukasi mengenai bahaya kontaminasi logam berat terus digalakkan agar warga tidak sembarang memanfaatkan ikan dari perairan umum.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....