Menyesap Gurihnya Kapurung: Kuliner Pemersatu dari Tanah Luwu

  • 16 Apr 2026 21:31 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jika Yogyakarta punya Gudeg dan Jakarta punya Kerak Telor, maka Tanah Luwu (Palopo, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur) punya Kapurung. Kuliner berbahan dasar sagu ini bukan sekadar pengganjal perut, melainkan identitas budaya yang tetap eksis di tengah gempuran makanan kekinian.

Kesegaran dalam Semangkuk Sagu

Kapurung sekilas mirip dengan Papeda dari Maluku atau Papua. Namun, yang membedakannya adalah cara penyajiannya. Jika Papeda disajikan terpisah dengan lauk, Kapurung justru "diramu" langsung dalam mangkuk besar.

Sagu yang telah disiram air panas hingga kenyal dibentuk bulat-bulat kecil (di-puyung), lalu dicampurkan ke dalam kuah ikan berbumbu asam segar. Tak lupa, berbagai macam sayuran hijau seperti bayam, kangkung, kacang panjang, hingga jantung pisang ikut meramaikan teksturnya.

Rahasia Rasa: Campuran Patikala dan Kacang

Daya tarik utama Kapurung terletak pada perpaduan rasa asam dan gurih yang meledak di lidah. Rasa asam ini biasanya berasal dari Patikala (buah kecombrang) atau mangga muda, yang memberikan aroma segar khas hutan Sulawesi.

"Kapurung itu kuncinya ada di kuah dan kacang tanah goreng yang dihaluskan. Itu yang bikin teksturnya kental dan gurihnya meresap sampai ke bola-bola sagunya," ujar salah satu pemilik warung Kapurung legendaris di Palopo.

Sebagai pelengkap protein, Kapurung biasanya disajikan dengan potongan ikan bandeng, udang, atau daging ayam. Bagi pecinta pedas, tambahan sambal cobek dan perasan jeruk nipis adalah kewajiban yang tak boleh dilewatkan.

Lebih dari Sekadar Makanan

Di wilayah Luwu Raya, Kapurung sering menjadi menu utama dalam acara kumpul keluarga atau silaturahmi. Proses pembuatannya yang membutuhkan gotong royong—mulai dari memetik sayur hingga membentuk bola sagu—menjadikan hidangan ini simbol kebersamaan.

Kini, Kapurung tidak lagi hanya ditemukan di dapur rumah tangga. Di kota-kota besar seperti Makassar bahkan Jakarta, warung makan khas Palopo mulai menjamur, membuktikan bahwa kuliner tradisional ini punya tempat di hati (dan lidah) masyarakat luas.

Tips Menikmati Kapurung:

  • Sajikan Selagi Panas: Tekstur sagu paling nikmat saat masih hangat.
  • Tambah Pendamping: Sangat cocok disantap bersama Pacco (ikan mentah berbumbu asam) atau ikan bakar.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....