Kue Tat Ibu Sinar, 40 Tahun Pertahankan Konsistensi dan Rasa
- 18 Mar 2026 10:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kue tat menjadi salah satu oleh-oleh khas Bengkulu yang banyak dicari, terutama saat musim mudik. Rasanya yang unik, perpaduan antara kue basah dan kering, menjadikan kue tat cukup mengenyangkan.
Keunikan cita rasa tersebut membuat kue tat memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner tradisional. Banyak pemudik yang sengaja membawanya sebagai buah tangan untuk keluarga di kampung halaman.
Salah seorang pengrajin kue tat adalah Sinar yang memiliki rumah produksi di Jalan Sepakat, Sawah Lebar. Ia telah menekuni usaha pembuatan kue tat selama kurang lebih 40 tahun.
Pengalaman panjang tersebut membuat Sinar mampu menjaga kualitas dan cita rasa kue tat buatannya. Ia juga tetap mempertahankan cara tradisional dalam proses pembuatannya.
Terdapat keunikan dalam penamaan kue tat di Bengkulu, yaitu baytat dan anak tat. Penamaan ini didasarkan pada ukuran serta fungsi penyajiannya.
Baytat merupakan kue tat berukuran besar sekitar 20x20 cm, sedangkan anak tat berukuran kecil yang pas untuk sekali santap. Keduanya memiliki rasa yang sama, hanya berbeda pada ukuran dan penyajiannya.
Dalam pembuatannya, baik baytat maupun anak tat mengutamakan penggunaan santan kelapa dengan tepung sebagai bahan utama. Isian di dalamnya bervariasi, mulai dari selai nanas, parutan kelapa, hingga unti.
"Dulu semua kue saya buat, koja bolu, macam-macam, tapi kini fokus tat. Kalau kami yang penting jaga kualitas rasanya, boleh diadu," kata Sinar, 17 Maret 2026.
Menjelang dan setelah Lebaran, permintaan kue tat biasanya meningkat tajam. Harga yang ditawarkan sekitar Rp70 ribu per kilogram atau setara dengan sekitar 40 buah kue anak tat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....