Tren “Bukber Hemat” di tengah Harga Naik

  • 22 Feb 2026 14:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu: Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, tren “bukber hemat” makin ramai dibicarakan anak muda. Alih-alih memilih restoran mahal, banyak yang kini berburu tempat makan dengan paket terjangkau, promo Ramadan, hingga konsep bayar patungan agar tetap bisa kumpul tanpa bikin dompet menjerit.

Sejumlah pelaku usaha kuliner menghadirkan paket buka puasa mulai dari Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per orang. Menu yang ditawarkan pun cukup lengkap, mulai dari takjil seperti es buah dan kurma, makanan utama ayam goreng atau nasi bakar, hingga teh manis gratis. Di beberapa daerah, harga takjil di lapak kaki lima juga masih berkisar Rp5 ribu sampai Rp15 ribu per porsi, tergantung jenis dan lokasi berjualan.

Tak hanya mengandalkan promo restoran, sebagian anak muda juga memilih konsep “bukber home edition”. Mereka memasak bersama di rumah teman, membawa makanan dari rumah masing-masing, atau berburu takjil di pasar Ramadan untuk kemudian disantap bareng. Cara ini dinilai lebih hemat sekaligus lebih hangat karena suasananya santai dan intim.

Pengamat ekonomi menyebut tren ini sebagai bentuk adaptasi generasi muda terhadap kondisi harga yang fluktuatif. Anak muda dinilai semakin sadar pentingnya mengatur pengeluaran, termasuk saat Ramadan yang identik dengan momen konsumsi meningkat. Perencanaan anggaran sederhana, seperti menetapkan batas maksimal pengeluaran bukber dan membandingkan harga sebelum reservasi, menjadi langkah bijak.

Meski serba hemat, semangat kebersamaan tetap jadi tujuan utama. Bagi banyak anak muda, bukber bukan soal tempat mewah, melainkan soal waktu berkualitas bersama teman. Dengan strategi yang tepat, Ramadan tetap bisa dirayakan dengan hangat tanpa harus over budget.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....