Minat Jajanan Tradisional di Pasar Minggu Masih Tinggi,
- 22 Jan 2026 10:03 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu – Jajanan tradisional seperti getuk dan cenil masih memiliki tempat di hati masyarakat, khususnya kalangan orang tua. Hal ini dirasakan oleh Munarti, pedagang getuk dan cenil di Pasar Minggu Kota Bengkulu, yang menilai peminat jajanan tradisional sebenarnya masih cukup ramai, meski pembelinya kini didominasi kalangan usia lanjut.
Menurut Munarti, minat anak muda terhadap jajanan tradisional cenderung menurun dibandingkan orang tua. Selain itu, penjualan yang ia rasakan saat ini juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, seiring berkurangnya jumlah pengunjung Pasar Minggu.
“Kalau peminat jajanan tradisional itu sebenarnya masih rame, terutama orang tua. Tapi kalau anak muda memang kurang minat. Penjualan sekarang menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena yang datang ke Pasar Minggu juga sepi, jadi yang membeli ikut sedikit,” ujar Munarti.
Berbeda dengan kondisi tersebut, pedagang UMKM lapak jajanan, Adris, justru merasakan peningkatan penjualan. Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap jajanan tradisional di lapaknya dipengaruhi oleh faktor harga yang lebih terjangkau dibanding jajanan modern.
“Kalau di lapak saya, minat masyarakat ke jajanan tradisional justru lebih banyak dibanding jajanan modern. Selisih harganya jauh, jajanan tradisional rata-rata seribu rupiah per buah, sementara jajanan modern mulai dari lima ribu rupiah,” kata Adris.
Selain faktor harga, Adris juga menyebut kemasan yang menarik, lokasi lapak yang bersih dan mudah dijangkau, menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang membeli jajanan tradisional dalam jumlah banyak untuk kebutuhan kue kotak.
“Penjualan saya meningkat karena minat masyarakat tinggi. Kemasan juga berpengaruh, tempatnya bersih dan terjangkau, jadi pembeli berdatangan, termasuk yang beli untuk kue kotak,” tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa jajanan tradisional masih memiliki peluang besar untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan kuliner saat ini. Peluang tersebut dapat semakin optimal jika didukung dengan inovasi kemasan, strategi pemasaran yang tepat, serta penataan lokasi jual yang nyaman bagi pembeli. (Siti Nabila)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....