Mengolah Bubur Merah Putih: Simbol Tradisi yang Sakral
- 29 Agt 2025 10:33 WIB
- Bengkulu
KBRN Bengkulu : Bubur merah putih, atau yang juga dikenal dengan nama bubur sengkolo, adalah hidangan tradisional yang memiliki makna mendalam. Bubur ini sering disajikan dalam acara-acara syukuran atau selamatan sebagai simbol kebersyukuran dan keseimbangan. Bubur ini terdiri dari dua bagian, yaitu bubur putih yang terbuat dari beras dan bubur merah yang dicampur dengan gula merah. Kedua bubur ini diletakkan berdampingan dalam satu wadah, menciptakan visual yang menarik dan penuh makna.
Proses pembuatan bubur merah putih sangat sederhana, tetapi simbolisme di baliknya sangat kuat. Bubur putih melambangkan kesucian dan awal yang baru, sementara bubur merah melambangkan keberanian dan semangat. Kedua warna ini adalah representasi dari kehidupan yang seimbang, di mana ada sisi baik dan buruk. Menyajikan bubur merah putih adalah cara untuk menghormati tradisi dan berdoa untuk masa depan yang lebih baik.
Bubur merah putih tidak hanya sekadar hidangan, melainkan juga bagian dari upacara adat. Rasanya yang manis legit dan gurih, berpadu dalam setiap suapannya. Kelezatan bubur ini berasal dari kesederhanaan bahan-bahannya yang dimasak dengan penuh ketulusan. Bubur merah putih adalah warisan budaya yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyentuh hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....