Seblak Kian Menjamur di Kota Bengkulu
- 30 Jun 2025 12:49 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Seblak, merupakan kuliner yang berasal dari Bandung,Jawa Barat. Makanan yang identik dengan rasa yang pedas beraroma kencur dan terbuat dari kerupuk basah yang dimasak dengan bumbu-bumbu, sekarang kian meluas dikenal di Indonesia termasuk di kota bengkulu. Makanan kaya toping ini kian menjamur dan mudah ditemui di Kota Bengkulu, mulai dari pedagang kaki lima hingga kedai-kedai yang menawarkan konsep kekinian untuk menarik pembeli.
Pantauan di lapangan, seblak tidak hanya dijajakan di kawasan pusat kota, namun juga mulai merambah ke area permukiman warga. Tak sedikit penjual yang berlomba menawarkan konsep unik demi menarik pembeli Beragam inovasi ditawarkan, mulai dari seblak instan hingga prasmanan yang memungkinkan pembeli memilih langsung topping sesuai selera.
Yani, penjual seblak di dekat UINFAS yang sudah berjualan seblak selama setahun belakangan mengungkapkan alasannya berjualan seblak dikarenakan suka dengan seblak dan juga disukai oleh kalangan anak muda. “Awalnya sih suka aja makan seblak, disini kan jualan dekat mahasiswa, kebanyakan anak muda suka makanan pedas, makanya memilih seblak,” ungkapnya.
Rahmat Hidayat selaku penjual seblak prasmanan di jalan Halmahera menambahkan, selain cita rasa pedas yang menggoda, harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi seblak prasmanan. Topping tambahan ditawarkan mulai dari Rp500 per jenis hingga Rp5.000 per jenis, membuat seblak semakin ramah di kantong, terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Namun, di balik maraknya penjual seblak, tidak semua usaha bisa bertahan lama. Beberapa penjual justru harus menutup usahanya karena berbagai kendala, diantaranya yaitu harga kencur dan cabai yang mahal. “Faktor yang menyebabkan berhenti jualan seblak tersebut adalah harga kencurnya yang mahal terus cabai yang mahal sedangkan harganya tidak bisa kita naikkan tetap seperti biasa,” ungkap Marlena, penjual seblak yang telah berhenti setahun yang lalu.
Fenomena menjamurnya penjual seblak ini turut memunculkan persaingan antar pelaku usaha kuliner. Namun, sebagian besar menyikapinya dengan positif sebagai peluang untuk terus berinovasi dalam rasa, varian menu, hingga pelayanan.
Bagi pecinta pedas di Bengkulu, seblak kini bukan lagi kuliner langka. Kehadirannya yang merata di berbagai wilayah menjadi bukti bahwa kuliner khas Sunda ini sukses merebut hati masyarakat Bumi Merah Putih. (M. Nur Alfaridzy)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....