Kerupuk Jengkol, Olahan Khas Nikmat Asli Sumatera
- 29 Des 2024 21:43 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Kerupuk jengkol atau emping jengkol menjadi salah satu metode pengolahan jengkol yang cukup populer di Sumatera bagian Barat dan Selatan. Di Sumatera Barat, kerupuk jengkol disebut "karupuak jariang", sedangkan di Bengkulu juga dikenal dengan nama emping jengkol.
Kerupuk jengkol dibuat dengan cara menggoreng jengkol terlebih dahulu, kemudian jengkol dipukul-pukul hingga tipis dan melebar saat masih dalam kondisi panas atau hangat usai digoreng. Jengkol yang yang sudah dipukul tipis, selanjutnya dijemur hingga kering.
Jika sudah kering, jengkol siap digoreng dan berubah menjadi kerupuk. Sama seperti saat menggoreng emping melinjo.
Etek Basir, seorang pengrajin kerupuk jengkol di Curup, mengatakan sudah bertahun-tahun menjadi pembuat kerupuk jengkol. Cara ini merupakan salah satu cara meningkatkan nilai jual jengkol.
Sekilo kerupuk jengkol dijual dengan harga Rp100.000-Rp120.000. Jika belum digoreng, namun dalam kondisi benar-benar kering, kerupuk jengkol bisa bertahan hingga bertahun-tahun.
"Digoreng selayang, terus dipukul pakai palu atau batu giling, tapi dilapisi dulu dengan plastik biar nggak lengket. Kalau emping digoreng pakai pasir, kalau jengkol benar-benar digoreng pakai minyak sebelum ditokok (red:dipukul)," kata Etek Basir.
Kerupuk jengkol dibuat tanpa bahan tambahan apapun, atau 100 persen asli jengkol. Rasa khas dan aroma jengkol juga tetap terjaga, sebagai penambah nikmat makan nasi atau hanya dimakan sebagai kerupuk alias camilan.
"Namanya kerupuk cocok dimakan pakai nasi, nasi padang, nasi goreng, sate, apa saja kalau menurut saya cocok. Ada juga yang jual kerupuk jengkol, tapi sudah dikasih sambal lado seperti keripik," ucap Etek.
Selain menambah nilai ekonomi, kerupuk jengkol juga menjadi siasat untuk mengolah jengkol alot atau tidak legit. Saat sudah berubah menjadi kerupuk, jengkol akan tetap enak sebagai tambahan makanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....