Faringitis, Infeksi yang Terjadi di Daerah Tenggorokan

  • 30 Agt 2024 14:43 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Tenggorokan adalah saluran yang menghubungkan hidung dan mulut dengan paru-paru. Tenggorokan dapat mengalami infeksi atau peradangan,yang biasa disebut dengan faringitis.

Faringitis termasuk dalam kategori Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ISPA mencakup infeksi pada saluran pernapasan yang melibatkan tenggorokan, hidung, dan paru-paru, dengan durasi gejala tidak melebihi 14 hari.

Saat musim dingin atau musim hujan, biasanya kasus faringitis akan meningkat. Penyakit ini dapat menular melalui sekret pernapasan dan memerlukan waktu inkubasi antara 2 hingga 5 hari.

Dikutip dari laman yankes.kemkes.go.id pada Jumat (30/8/2024), ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang beresiko terkena faringitis. Faktor-faktor tersebut antara lain, kontak langsung dengan penderita, paparan terhadap asap rokok dan polusi, serta adanya riwayat alergi terhadap suhu dingin, bulu binatang, dan debu.

Selain itu, seseorang yang sering berada di ruangan yang kering dan memiliki riwayat sinusitis, juga dapat memicu timbulnya faringitis.

Faringitis akut umumnya disebabkan oleh virus dan gejalanya mirip seperti flu biasa. Penyakit ini sering muncul dalam bentuk wabah epidemi dengan gejala seperti hidung tersumbat, demam ringan, batuk, perubahan suara, sakit kepala, dan nyeri otot. Sebaliknya, faringitis bakterial biasanya ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai rasa menggigil, nyeri saat menelan yang parah, dan kesulitan menelan, serta jarang menunjukkan gejala virus yang umum.

Faringitis umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala bertahan lebih dari satu minggu dan disertai demam, pembengkakan kelenjar getah bening, atau ruam kulit, kemungkinannya sudah terjadi komplikasi.

Komplikasi yang dapat timbul dari faringitis termasuk demam rematik (yang ditandai dengan peradangan sendi dan kerusakan pada katup jantung) serta peradangan ginjal (seperti glomerulonephritis setelah infeksi streptokokus). Faringitis bisa dicegah dengan cara menghindari faktor penyebab dan pemicunya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....