Alergi Air, Gangguan Pada Tubuh yang Langka
- 18 Mei 2024 08:50 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Alergi adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh manusia terhadap suatu zat yang seharusnya tidak berbahaya. Zat yang dapat menimbulkan reaksi tersebut disebut dengan alergen.
Pada kebanyakan orang alergen tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, namun pada orang yang memiliki alergi terhadap alergen, sistem imun akan mengeluarkan reaksi, karena menganggap zat tersebut berbahaya bagi tubuh. Reaksi tersebut akan menimbulkan berbagai gejala, seperti pilek, ruam kulit yang gatal, atau bahkan sesak nafas.
Salah satu alergi yang tergolong langka dan jarang terjadi adalah alergi air. Dalam istilah medis, alergi air dikenal sebagai urtikaria aquagenik. Alergi ini ditandai dengan munculnya reaksi pada kulit saat kontak dengan air, termasuk air hujan, air mata, atau bahkan keringat. Meski tergolong langka dan jarang terjadi, namun alergi air bisa terjadi pada siapa pun.
Penyebab
Dikutip dari laman alodokter.com dan halodoc.com pada Sabtu (18/5/2024), penyebab pasti dari alergi air masih belum jelas. Namun ada beberapa mekanisme yang diduga dapat menyebabkan alergi air.
Para peneliti menyebutkan bahwa senyawa kimia dalam air seperti klorin, dapat memicu respon imunitas berupa pelepasan histamin. Hal inilah yang menyebabkan reaksi alergi pada kulit.
Dalam mekanisme lain dipercaya bahwa air dapat berinteraksi dengan minyak kulit, atau sebum, dari penghasil minyak kulit. Ini secara langsung akan mengiritasi sel-sel alergi serta menyebabkan pelepasan protein terkait alergi yang disebut histamin.
Cara mengatasi
Sama halnya dengan alergi yang lain, alergi air juga belum ada pengobatan yang efektif. Namun, tersedia beberapa pilihan pengobatan yang dapat meringankan gejala yang muncul.
Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk alergi air;
- Obat antihistamin oral. Karena histamin menyebabkan beberapa gejala urtikaria aquagenik, antihistamin dapat berfungsi sebagai pengobatan lini pertama.
- Obat topikal. Emulsi berbasis minyak dan krim yang mengandung petrolatum dapat mengobati gejala alergi pada beberapa orang.
- Fototerapi. Dokter mungkin akan menyarankan fototerapi jika perawatan oral dan topikal tidak maksimal. Fototerapi melibatkan radiasi UV, dan dokter dapat menggunakannya bersamaan dengan terapi antihistamin.
- Obat-obatan lain. Obat-obatan lain yang bisa digunakan misalnya stanozolol, steroid anabolik, dan inhibitor reuptake seretonin slektif (SSRI) Dokter juga bisa memberikan obat asma omalizumab untuk mengobati alergi air.
Karena alergi air ini sangat jarang terjadi, maka ketika Anda mengalami gejala seperti yang telah disebutkan diatas, segeralah untuk berkonsultasi ke dokter. Semakin cepat Anda melakukan pemeriksaan, maka semakin cepat pula penanganan untuk meredakan alergi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....