Jenis Diet yang Cocok untuk Pekerja agar Tetap Sehat dan Produktif

  • 05 Okt 2026 19:54 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kesibukan bekerja sering membuat seseorang mengabaikan pola makan, mulai dari melewatkan sarapan hingga memilih makanan cepat saji karena keterbatasan waktu. Padahal, pola makan yang tepat dapat membantu menjaga energi, konsentrasi, berat badan, serta kesehatan tubuh selama menjalani aktivitas pekerjaan.

Salah satu pilihan yang dapat diterapkan pekerja adalah diet Mediterania, yang mengutamakan sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, serta sumber lemak sehat seperti minyak zaitun. Pola makan ini relatif fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan menu sehari-hari dan tidak mengharuskan seseorang menghindari karbohidrat secara berlebihan. Penelitian berjudul “Long-term impact of Mediterranean diet on cardiovascular disease prevention: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials” menunjukkan bahwa pola makan Mediterania memiliki potensi dalam mendukung pencegahan penyakit kardiovaskular.

Pilihan lainnya adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension), yang menekankan konsumsi sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, serta protein rendah lemak sekaligus membatasi asupan garam dan makanan tinggi lemak jenuh. Pola ini cocok dipertimbangkan oleh pekerja yang ingin menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium. Sebuah meta-analisis terhadap 30 uji klinis dengan 5.545 peserta menemukan bahwa diet DASH dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan pola makan kontrol.

Bagi pekerja yang memiliki tujuan mengontrol berat badan, diet dengan pengaturan porsi dan kalori dapat menjadi pilihan yang lebih mudah diterapkan dibandingkan diet ekstrem. Prinsipnya adalah tetap mengonsumsi makanan bergizi dengan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, seperti memperbanyak sayuran, memilih protein yang cukup, mengonsumsi karbohidrat kompleks, dan membatasi makanan serta minuman tinggi gula. Pendekatan seperti ini juga lebih mudah disesuaikan dengan jadwal kerja karena pekerja tidak harus mengikuti aturan makan yang terlalu rumit.

Sementara itu, intermittent fasting atau puasa intermiten dapat menjadi alternatif bagi sebagian pekerja yang merasa nyaman dengan pengaturan waktu makan tertentu. Namun, pola ini tidak selalu cocok untuk semua orang karena jadwal kerja, kebutuhan energi, kondisi kesehatan, dan kemampuan menjaga kualitas makanan tetap perlu diperhatikan. Penelitian berjudul “Comparison of Different Intermittent Fasting Patterns or Different Extents of Calorie Restriction for Weight Loss and Metabolic Improvement in Adults: A Systematic Review and Network Meta-Analysis of Randomized Controlled Trials” yang terbit pada 2026 membandingkan berbagai pola puasa intermiten dan pembatasan kalori untuk penurunan berat badan serta perbaikan metabolisme.

Untuk pekerja dengan aktivitas padat, sebenarnya tidak ada satu jenis diet yang secara otomatis paling cocok untuk semua orang. Pola makan yang baik justru perlu mempertimbangkan kebutuhan energi, jenis pekerjaan, waktu makan, kondisi kesehatan, serta kemampuan seseorang mempertahankannya dalam jangka panjang.

Selain memilih jenis diet, pekerja juga perlu memperhatikan kualitas makanan dan kebiasaan makan sehari-hari dengan mengutamakan makanan utuh, cukup minum air, serta membatasi makanan ultra-proses dan minuman tinggi gula. Dengan pola makan yang realistis dan konsisten, pekerja dapat menjaga kebugaran sekaligus mendukung produktivitas tanpa harus menjalani diet yang terlalu ketat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....