Mengapa Bau Rokok Menempel di Baju dan Rambut?

  • 03 Okt 2026 15:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bau rokok dapat tertinggal pada baju dan rambut meskipun seseorang sudah meninggalkan tempat orang merokok. Penyebabnya adalah residu asap tembakau yang melekat pada permukaan, sehingga pengaruhnya tidak langsung hilang ketika asap tak lagi terlihat.

Dikutip dari laman Mayo Clinic pada Sabtu, 3 Oktober 2026, residu asap tembakau yang mengendap pada permukaan dikenal sebagai thirdhand smoke. Residu ini mengandung berbagai bahan kimia dan dapat terperangkap dalam benda berbahan lembut, termasuk pakaian, tirai, karpet, serta furnitur.

Menempelnya residu bukan sekadar karena baju dilewati asap, melainkan karena bahan kimia dalam asap dapat terserap dan bertahan pada permukaannya. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa nikotin dapat terserap dengan cepat dan menetap pada permukaan, termasuk pakaian serta kulit manusia.

Pada rambut, residu asap juga dapat melekat dan terbawa ketika seseorang berpindah tempat. Thirdhand Smoke Resource Center menjelaskan bahwa bahan kimia yang tertinggal pada rambut, kulit, dan pakaian bisa dilepaskan kembali ke udara, sehingga bau rokok masih tercium setelah kegiatan merokok selesai.

Orang yang tidak merokok pun dapat mengalami bau serupa karena berada di lingkungan yang terpapar asap tembakau. American Cancer Society menjelaskan bahwa partikel asap rokok dapat mengendap dan terserap pada permukaan, sehingga residunya tetap ada setelah asap di udara menghilang.

Bau yang tertinggal juga tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran ada atau tidaknya residu rokok. Menurut Thirdhand Smoke Resource Center, seseorang masih dapat membawa bahan kimia tersebut pada pakaian dan rambut meskipun bau rokoknya tidak lagi tercium.

Untuk mengurangi residu yang terbawa, pusat informasi tersebut menyarankan mencuci pakaian yang dikenakan saat merokok, membersihkan tangan dan wajah, serta mandi dan berganti pakaian bersih bila memungkinkan. Pencegahan tetap diperlukan dengan menjaga ruang dalam bebas asap rokok, sebab Mayo Clinic menegaskan bahwa membuka jendela atau menyalakan kipas tidak menghilangkan residu yang sudah menempel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....