PBB Proyeksikan Lansia Tembus 2,1 Miliar Jiwa di 2050
- 01 Okt 2026 09:05 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional tanggal 1 Oktober 2026 menegaskan fenomena peningkatan usia harapan hidup umat manusia secara signifikan di seluruh dunia.
- Berdasarkan data PBB, populasi berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan melonjak dari 1,2 miliar jiwa menjadi 2,1 miliar jiwa pada tahun 2050 mendatang atau mencapai 20 persen dari total populasi dunia.
- PBB secara resmi menetapkan tema "The Age of Longevity: Redesigning Systems for Longer Lives" atau “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.”
RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Hari Lanjut Usia Internasional tanggal 1 Oktober 2026 menegaskan fenomena peningkatan usia harapan hidup umat manusia secara signifikan di seluruh dunia. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), populasi berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan melonjak dari 1,2 miliar jiwa menjadi 2,1 miliar jiwa pada tahun 2050 mendatang atau mencapai 20 persen dari total populasi dunia.
Dikutip dari laman indonesia.un.org, perkembangan angka harapan hidup tersebut mencerminkan capaian besar dalam peningkatan kualitas kesehatan publik serta penguatan perlindungan sosial secara global. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres menyampaikan pesan bahwa fenomena ini membawa pergeseran tatanan ekonomi dan sosial yang menyajikan peluang sekaligus tantangan.
Pada momentum peringatan tahun ini, PBB secara resmi menetapkan tema "The Age of Longevity: Redesigning Systems for Longer Lives" atau “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.” Tema tersebut berfungsi sebagai seruan mendesak bagi setiap negara untuk merombak serta menyesuaikan kebijakan publik demi menjawab kebutuhan populasi yang kian menua.
Sekjen PBB mengingatkan bahwa bertambahnya usia masih sering diwarnai rasa cemas akan ketidakpastian dan potensi risiko terisolasi dari pembangunan. Praktik diskriminasi usia juga rentan merenggut hak dasar serta mengganggu tingkat kesejahteraan masyarakat lanjut usia di berbagai penjuru wilayah.
Oleh sebab itu, perumusan skema perlindungan kerja, dana pensiun, perumahan layak, serta akses pembelajaran sepanjang hayat dinilai sangat krusial. Kebijakan komprehensif semacam ini dibutuhkan agar kelompok lansia tetap berkontribusi aktif dan berdaya pada setiap jenjang usianya.
Peran penting generasi tua sebagai sosok pemimpin dan pengasuh telah memberikan sumbangsih nyata dalam memperkokoh struktur keluarga, komunitas lokal, hingga roda perekonomian. Kerja sama dan rasa kebersamaan antargenerasi harus terus dipupuk untuk menjamin keberlanjutan tatanan kehidupan sosial masyarakat.
PBB mengajak seluruh lapisan dunia menjadikan peringatan tahun ini sebagai fondasi utama dalam merancang sistem yang lebih adaptif. Sinergi bersama ini ditujukan untuk memastikan setiap warga dapat menjalani masa tua dengan penuh kemandirian, rasa aman, serta bermartabat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....