Waspadai Serangan Glukoma Akut
- 30 Sep 2026 21:44 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Glaukoma merupakan kelompok penyakit mata yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik dan berujung pada kehilangan penglihatan. Saraf optik memiliki peran penting dalam penglihatan karena bertugas meneruskan informasi visual dari mata ke otak.
Ketika saraf ini mengalami kerusakan, kemampuan melihat dapat menurun secara bertahap dan kerusakan yang telah terjadi tidak dapat dikembalikan seperti semula. Salah satu faktor yang berkaitan erat dengan glaukoma adalah tekanan intraokular (TIO), yaitu tekanan cairan di dalam bola mata.
Tekanan mata yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kerusakan saraf optik. Namun, glaukoma tidak selalu disertai tekanan mata yang tinggi, kerusakan saraf optik juga dapat terjadi pada seseorang dengan tekanan intraokular yang berada dalam kisaran normal.
Karena itu, pemeriksaan glaukoma tidak cukup hanya dengan mengukur tekanan bola mata. Kondisi saraf optik, lapangan pandang, dan struktur bagian depan mata juga perlu dinilai oleh dokter.
Merangkaum dari laman Kemenkes RI Glaukoma dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa karakteristik :
Berdasarkan kondisi sudut bilik mata, glaukoma secara umum dibedakan menjadi :
Glaukoma sudut terbuka, yaitu kondisi ketika sudut drainase cairan mata tetap terbuka, tetapi aliran keluar cairan tidak berlangsung secara optimal. Jenis ini umumnya berkembang perlahan dan pada awalnya sering tidak menimbulkan gejala.
Glaukoma sudut tertutup, yaitu kondisi ketika sudut drainase menyempit atau tertutup sehingga aliran cairan mata dapat terganggu. Kondisi ini dapat berlangsung perlahan maupun terjadi secara tiba-tiba sebagai serangan akut.
Berdasarkan penyebabnya, glaukoma dapat berupa :
Glaukoma primer, yaitu glaukoma yang tidak disebabkan oleh penyakit atau kondisi mata lain yang mendasari. Serta Glaukoma sekunder, yaitu glaukoma yang berkaitan dengan kondisi lain, seperti peradangan mata, cedera, penggunaan obat tertentu, atau gangguan mata lainnya.
Merangkum dari laman Kemenkes RI berikut faktor penyebab Glaukoma :
- Gangguan pada sistem drainase cairan mata.
- Penyempitan atau penutupan sudut bilik mata.
- Cedera atau trauma pada mata.
- Peradangan di dalam mata, seperti uveitis.
- Gangguan pembuluh darah pada mata.
- Kelainan atau kondisi yang menyebabkan tekanan pada struktur mata.
- Penggunaan obat kortikosteroid pada kondisi tertentu.
- Penyakit atau kelainan mata lain yang dapat menyebabkan glaukoma sekunder.
Beikur gelaja Glaukoma kronis, khususnya glaukoma sudut terbuka, sering kali tidak memberikan tanda yang jelas pada tahap awal :
- Penglihatan menjadi semakin buram.
- Lapangan pandang berkurang secara bertahap.
- Kesulitan melihat bagian tertentu dari area penglihatan.
- Mata terasa tidak nyaman atau pegal.
- Nyeri pada mata pada kondisi tertentu.
- Mata tampak kemerahan.
- Melihat lingkaran atau seperti pelangi di sekitar sumber cahaya.
Karena perubahan lapangan pandang dapat terjadi secara perlahan, seseorang mungkin tidak menyadari bahwa kemampuan melihatnya telah berkurang. Inilah salah satu alasan pemeriksaan mata rutin tetap diperlukan meskipun tidak sedang mengalami keluhan.
Glaukoma dapat berkembang diam-diam tanpa memberikan keluhan pada tahap awal. Ketika gangguan penglihatan mulai terasa, kerusakan saraf optik mungkin sudah terjadi.
Karena kerusakan tersebut tidak dapat dikembalikan, pemeriksaan mata secara berkala merupakan salah satu langkah penting untuk menjaga penglihatan tetap berfungsi sebaik mungkin. Dengan deteksi lebih awal dan penanganan yang tepat, perkembangan glaukoma dapat dikendalikan sehingga risiko kehilangan penglihatan dapat ditekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....