Mengatasi Susah Tidur dengan Kebiasaan Sehat dan Teratur

  • 29 Sep 2026 23:31 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Susah tidur merupakan keluhan yang dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, dan produktivitas seseorang ketika menjalankan aktivitas sehari-hari. Gangguan ini dapat dipicu oleh stres, jadwal tidur yang tidak teratur, konsumsi kafein pada waktu yang kurang tepat, penggunaan perangkat elektronik, maupun kondisi kesehatan tertentu.

Dilansir dari laman Mitra keluarga.com, salah satu cara membantu memperbaiki kualitas tidur adalah menetapkan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Kebiasaan tersebut dapat membantu tubuh mempertahankan ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur dan bangun secara alami.

Lingkungan kamar juga berperan dalam menciptakan kondisi tidur yang nyaman, sehingga pencahayaan sebaiknya dibuat redup dan gangguan suara dikurangi. Suhu ruangan yang nyaman, kasur yang sesuai, serta kebiasaan menjaga kamar tetap rapi dapat membantu seseorang lebih mudah beristirahat.

Penggunaan ponsel, komputer, atau televisi menjelang tidur sebaiknya dikurangi apabila membuat seseorang terus terjaga atau sulit merasa mengantuk. Aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku, mendengarkan suara lembut, atau melakukan latihan pernapasan dapat menjadi pilihan untuk membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat.

Konsumsi kopi, teh berkafein, minuman energi, dan produk lain yang mengandung kafein perlu diperhatikan, terutama pada sore dan malam hari. Kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh sehingga mengganggu tidur pada sebagian orang, meskipun tingkat sensitivitas setiap individu berbeda-beda.

Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu kesehatan dan kualitas tidur, tetapi olahraga berat yang terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang lebih sulit beristirahat. Jika pikiran terasa penuh, menuliskan daftar pekerjaan untuk keesokan hari atau melakukan kegiatan relaksasi dapat membantu mengurangi kekhawatiran sebelum tidur.

Apabila susah tidur berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas harian, atau disertai dengkuran keras dan henti napas saat tidur, konsultasi dengan tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan. Penanganan yang tepat dapat membantu menemukan penyebab keluhan, sementara terapi perilaku kognitif untuk insomnia atau CBT-I merupakan salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi insomnia jangka panjang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....