Depresi Tak Sesederhana Kekurangan Serotonin

  • 15 Sep 2026 15:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Depresi kerap dijelaskan sebagai kondisi ketika otak kekurangan serotonin atau mengalami ketidakseimbangan kimia. Namun, peneliti bidang saraf Lisa Monteggia menyebut penjelasan tersebut belum menggambarkan keseluruhan proses yang terjadi di dalam otak.

Depresi juga bukan sekadar rasa sedih yang muncul sesekali setelah seseorang mengalami hari buruk. Kondisi ini dapat membuat emosi terasa tumpul, menghilangkan minat, mengubah pola tidur dan nafsu makan, serta memengaruhi konsentrasi dan daya ingat.

Dalam pemaparannya di TED, Monteggia menjelaskan bahwa tidak semua orang dengan depresi memiliki kadar serotonin yang rendah. Fakta tersebut membuat para peneliti terus mempelajari mekanisme depresi dan cara obat antidepresan membantu seseorang pulih.

Obat golongan selective serotonin reuptake inhibitors atau SSRI tetap menjadi pilihan penting dalam penanganan depresi dan telah membantu banyak pasien. Meski meningkatkan aktivitas serotonin dalam waktu relatif cepat, manfaat pengobatannya umumnya baru dirasakan setelah beberapa minggu.

Penelitian terhadap ketamin kemudian membuka pemahaman lain karena zat ini bekerja pada sistem glutamat, bukan serotonin. Dalam dosis medis tertentu, ketamin dapat membantu memperkuat hubungan antarsel saraf dan memberikan efek antidepresan lebih cepat pada sebagian pasien yang tidak merespons terapi sebelumnya.

Temuan tersebut bukan berarti ketamin dapat digunakan secara bebas atau menggantikan seluruh jenis antidepresan. Penggunaannya memiliki risiko, tidak sesuai bagi semua orang, serta harus dilakukan melalui pemeriksaan dan pengawasan tenaga kesehatan.

Seseorang yang sedang menjalani pengobatan tidak disarankan menghentikan atau mengganti obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika depresi mulai mengganggu aktivitas atau memunculkan krisis psikologis, dukungan awal juga dapat diperoleh melalui layanan Healing119 Kementerian Kesehatan dengan menghubungi 119 ekstensi 8 atau mengakses Healing119.id.

Sumber: TED, Lisa Monteggia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....