Habis Dipijat Malah Ngantuk? ternyata Ini Penyebabnya

  • 14 Sep 2026 07:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rasa ngantuk setelah dipijat ternyata bukan sekadar efek samping biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang merespons pijatan melalui sejumlah mekanisme yang melibatkan hormon, neurotransmiter, hingga sistem saraf.

Saat kulit dan otot mendapatkan tekanan dari pijatan, tubuh akan memulai serangkaian respons. Salah satunya adalah penurunan kadar kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan stres, ketegangan, dan kondisi tubuh yang terus waspada.

Ketika kadar kortisol menurun, tubuh dapat terasa lebih tenang dan rileks. Kondisi tersebut kemudian membuat tubuh lebih mudah beralih dari keadaan tegang menuju kondisi yang mendukung istirahat.

Pijatan juga berkaitan dengan pelepasan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam mengatur suasana hati. Selain itu, oksitosin juga dapat dilepaskan dan dikaitkan dengan munculnya rasa nyaman serta aman.

Di saat yang sama, sistem saraf parasimpatik menjadi lebih aktif. Sistem ini dikenal sebagai bagian dari respons rest and digest, yang berlawanan dengan sistem saraf simpatis dalam respons fight or flight.

Aktivitas parasimpatik tersebut dapat membuat tubuh berada dalam kondisi yang lebih santai. Napas terasa lebih lambat, otot menjadi rileks, dan mata pun bisa terasa semakin berat hingga akhirnya muncul rasa kantuk.

Pijatan juga dapat membantu mengurangi sensasi nyeri melalui mekanisme yang dikenal sebagai gate control theory of pain. Tekanan pada kulit dapat mengaktifkan mekanoreseptor yang membantu menghambat atau “menutup gerbang” sinyal nyeri sebelum diteruskan ke otak.

Itulah sebabnya area tubuh yang sebelumnya terasa pegal dapat terasa lebih nyaman setelah dipijat. Berkurangnya rasa nyeri, ditambah tubuh yang semakin rileks, dapat membuat seseorang semakin mudah mengantuk.

Jadi, mengantuk setelah dipijat tidak selalu berarti tubuh sedang sangat lelah atau mengalami kelemahan. Rasa kantuk tersebut dapat menjadi bagian dari respons tubuh ketika ketegangan berkurang dan tubuh memasuki kondisi yang lebih rileks.

Sumber: Instagram dr. Nahla Shihab

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....