Dengarkan Cerita, Selamatkan Kehidupan

  • 13 Sep 2026 09:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 720 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. WHO juga menegaskan bahwa bunuh diri dapat dicegah melalui intervensi yang tepat, dukungan sosial, dan akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa.

Dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tanggal 10 Maret, sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan jiwa. Peringatan ini mengajak masyarakat menghapus stigma sekaligus membangun lingkungan yang aman bagi siapa pun untuk mencari pertolongan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 720 ribu orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. WHO juga menegaskan bahwa bunuh diri dapat dicegah melalui intervensi yang tepat, dukungan sosial, dan akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa. WHO

Di Indonesia, data yang disampaikan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan jumlah kasus tercatat mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Terdapat 1.332 kasus pada 2023, kemudian meningkat menjadi 1.403 kasus pada 2024 dan 1.503 kasus pada 2025.

Angka tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena setiap kasus berkaitan dengan kehidupan seseorang, keluarga, dan lingkungan sosialnya. Data yang tercatat juga belum tentu menggambarkan seluruh kejadian karena masih terdapat stigma serta hambatan dalam pelaporan dan pencarian bantuan.

Upaya pencegahan dapat dimulai dengan lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitar. Menarik diri dari pergaulan, merasa tidak berharga, kehilangan harapan, atau menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidup merupakan tanda yang perlu ditanggapi secara serius.

Saat seseorang mulai bercerita, dengarkan dengan tenang tanpa menyalahkan, menghakimi, atau membandingkan masalahnya dengan pengalaman orang lain. Kehadiran yang tulus dapat membuatnya merasa tidak sendirian dan membuka jalan menuju pertolongan yang lebih tepat.

Apabila seseorang menunjukkan tanda bahaya, jangan meninggalkannya sendirian dan segera libatkan keluarga atau orang dewasa tepercaya. Bantu orang tersebut menghubungi psikolog, psikiater, puskesmas, rumah sakit, atau tenaga kesehatan lain yang memiliki kompetensi dalam penanganan krisis psikologis.

Kementerian Kesehatan menyediakan dukungan psikologis awal gratis melalui Healing119.id atau panggilan 119 ekstensi 8. Dalam keadaan darurat atau ketika keselamatan seseorang terancam, segera bawa ke instalasi gawat darurat terdekat karena mendengarkan, menemani, dan mencarikan bantuan dapat menyelamatkan kehidupan.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....