Debu Jalanan, Ancaman yang Sering Diabaikan
- 05 Sep 2026 06:47 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Debu yang beterbangan di jalan bukan sekadar persoalan yang membuat perjalanan terasa kurang nyaman, tetapi dapat menjadi bagian dari polusi partikulat di udara. Partikel tersebut dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk jalan, lokasi konstruksi, tanah, asap, serta aktivitas lainnya.
Partikulat atau particulate matter (PM) merupakan campuran partikel padat dan cair yang berada di udara, termasuk debu, kotoran, jelaga, dan asap. Ukurannya beragam, dengan PM10 dapat terhirup ke saluran pernapasan, sementara PM2.5 yang lebih halus mampu masuk lebih dalam ke paru-paru bahkan mencapai aliran darah.
Dikutip dari laman World Health Organization (WHO) pada Sabtu, 5 September 2026, paparan polusi udara dalam jangka pendek maupun panjang dapat berdampak terhadap kesehatan. Paparan partikulat dalam jangka pendek dapat berkaitan dengan penurunan fungsi paru, infeksi pernapasan dan memburuknya asma, sedangkan paparan jangka panjang meningkatkan risiko penyakit seperti stroke, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis, dan kanker.
Dampak debu juga tidak berhenti pada batuk atau rasa tidak nyaman di tenggorokan, karena ukuran partikel menentukan seberapa jauh partikulat dapat masuk ke tubuh. CDC menjelaskan PM10 dapat mengiritasi mata, hidung dan tenggorokan, sedangkan PM2.5 memiliki risiko lebih besar karena mampu mencapai bagian dalam paru-paru.
Risiko paparan polusi partikulat juga tidak sama bagi setiap orang, sehingga sejumlah kelompok perlu memberikan perhatian lebih terhadap kualitas udara. Bayi dan anak-anak, orang lanjut usia, serta mereka yang memiliki penyakit paru, penyakit jantung atau diabetes termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi partikulat.
Mengurangi paparan dapat dimulai dengan memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika tingkat polusi sedang tinggi. CDC menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruang, memilih aktivitas fisik yang lebih ringan, serta menghindari jalan raya yang ramai karena konsentrasi partikulat dapat lebih tinggi akibat emisi kendaraan.
Debu yang terlihat sederhana karena itu tidak seharusnya diabaikan, terutama ketika seseorang terpapar berulang kali dalam aktivitas sehari-hari. Menekan sumber polusi sekaligus mengurangi paparan pribadi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan melindungi kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....