Pentingnya Vitamin D3 untuk Tumbuh Kembang Anak
- 29 Agt 2026 11:16 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Vitamin D3 atau kolekalsiferol menjadi salah satu nutrisi penting bagi anak karena berperan dalam membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta kekuatan tulang. Kekurangan vitamin D pada masa pertumbuhan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tulang, termasuk rakitis, sehingga pemenuhan kebutuhan vitamin D perlu mendapat perhatian dari orang tua.
Kebutuhan vitamin D dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari, makanan seperti ikan berlemak dan telur, makanan yang telah difortifikasi, maupun suplemen vitamin D3 apabila diperlukan. Namun, kebutuhan setiap anak dapat berbeda sehingga pemberian suplemen sebaiknya disesuaikan dengan usia, asupan makanan, kondisi kesehatan, serta anjuran tenaga kesehatan.
Untuk bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif atau sebagian, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan suplementasi vitamin D sebesar 400 IU per hari sejak beberapa hari pertama kehidupan, karena kandungan vitamin D dalam ASI umumnya belum mencukupi kebutuhan bayi. AAP juga menyebutkan bahwa anak usia satu tahun ke atas memiliki angka kecukupan yang umumnya mencapai 600 IU per hari, meskipun kebutuhan suplementasi individual dapat berbeda.
Pentingnya perhatian terhadap vitamin D juga terlihat di Indonesia, karena sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam Annals of Pediatric Endocrinology & Metabolism pada 2023 menemukan prevalensi hipovitaminosis D sekitar 33 persen pada anak dan remaja Indonesia yang diteliti. Penelitian tersebut melibatkan 5.870 peserta berusia 6 bulan hingga 19 tahun dan melaporkan rata-rata kadar vitamin D serum sebesar 22,74 ng/mL.
Penelitian lain berjudul “Vitamin D supplementation for improving bone density in vitamin D–deficient children and adolescents”, yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2023, meninjau uji klinis terkontrol secara acak untuk melihat hubungan suplementasi vitamin D dengan kepadatan mineral tulang pada anak dan remaja. Studi tersebut menunjukkan bahwa manfaat suplementasi perlu dilihat berdasarkan kondisi awal vitamin D dan karakteristik anak, sehingga pemberian vitamin D tidak sebaiknya dilakukan secara sembarangan.
Dari sisi keamanan, penelitian berjudul “Safety of High-Dose Vitamin D Supplementation Among Children Aged 0 to 6 Years: A Systematic Review and Meta-analysis” yang diterbitkan di JAMA Network Open pada 2022 menganalisis 32 uji klinis dengan sekitar 8.400 anak. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam penelitian yang dianalisis, suplementasi dosis tinggi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian serius secara keseluruhan, tetapi temuan tersebut bukan berarti orang tua boleh memberikan vitamin D dosis tinggi tanpa pengawasan karena kelebihan vitamin D tetap dapat menyebabkan gangguan seperti hiperkalsemia.
Karena itu, vitamin D3 dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak, terutama bagi anak yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D atau memiliki asupan yang tidak mencukupi. Orang tua sebaiknya mengutamakan pola makan bergizi, aktivitas luar ruangan yang sesuai, serta berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memberikan suplemen vitamin D3 secara rutin maupun dalam dosis tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....