Karhutla Picu Kabut Asap, Warga Bengkulu Diimbau Waspadai Dampak Kesehatan

  • 24 Agt 2026 15:27 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi saat ini menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena paparan asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

Warga Bengkulu, Riri Tri Alviny, mengatakan kabut asap tidak memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Menurutnya, paparan asap dapat menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap kualitas udara yang buruk.

"Kabut asap itu tidak baik untuk kesehatan. Apalagi untuk anak-anak, asap itu bisa membuat batuk, bisa sulit bernapas juga," kata Riri.

Ia mengatakan bahwa selama beraktivitas diluar ruangan, ia selalu menggunakan masker. Selain itu, Riri juga selalu mengingatkan agar anak-anak tidak terlalu lama bermain di luar ruangan ketika udara dipenuhi asap.

"Kalau ada kabut asap kita memakai masker kalau lagi di luar rumah, dan juga kalau untuk bermain anak-anak di luar rumah jangan terlalu lama, kita juga harus menjaga lingkungan jangan bakar sampah sembarangan," ujarnya.

Sementara itu, Perawat RSHD Bengkulu, Ners Oktariansyah, S.Kep, menjelaskan bahwa kabut asap dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Gangguan yang muncul dapat menyerang saluran pernapasan hingga memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah.

"Dampak kabut asap bagi kesehatan meliputi iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan akut atau disebut sebagai ISPA. Selain itu juga menyebabkan kekambuhan gejala asma, serta penyakit paru, hingga gangguan pernapasan, fungsi jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang," kata Oktariansyah.

Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap terjadi dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diharapkan turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekitar dengan tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....