Cegah Microsleep, Utamakan Istirahat sebelum Berkendara
- 15 Agt 2026 19:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Microsleep perlu diwaspadai karena dapat terjadi tanpa disadari, terutama ketika seseorang mengalami kekurangan tidur. Kondisi ini berupa episode tidur singkat yang muncul saat seseorang seharusnya terjaga sehingga dapat mengganggu perhatian dan membahayakan keselamatan.
National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) menjelaskan, microsleep dapat berlangsung dari sepersekian detik hingga sekitar 30 detik. Saat mengalaminya, seseorang dapat kehilangan perhatian, bereaksi lebih lambat, keluar dari jalur ketika berkendara, atau tidak mengingat beberapa bagian perjalanan yang baru dilalui.
Dikutip dari laman National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pengemudi yang sangat kekurangan tidur masih dapat mengalami microsleep meskipun telah mengonsumsi kopi atau minuman berkafein. Microsleep yang terjadi selama empat hingga lima detik saat kendaraan melaju sudah cukup membuat pengemudi menempuh jarak yang panjang tanpa kendali penuh.
Upaya pencegahan dapat dimulai dengan memenuhi kebutuhan tidur sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. NIOSH menyebut sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur setiap hari untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap waspada.
Pengendara juga perlu mengenali tanda-tanda mengantuk, seperti sering menguap atau berkedip, kesulitan mengingat beberapa kilometer perjalanan terakhir, melewatkan jalan keluar, hingga kendaraan mulai keluar dari jalur. Jika tanda tersebut muncul, pengemudi disarankan segera berhenti di tempat yang aman dan beristirahat atau berganti pengemudi.
NHTSA menyarankan pengemudi yang mulai mengantuk untuk menepi di tempat aman dan dapat beristirahat sejenak sekitar 20 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Kopi atau minuman berkafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh terhadap tidur yang cukup.
Microsleep tidak dapat dikendalikan hanya dengan memaksakan diri untuk tetap terjaga ketika tubuh sudah kekurangan tidur. Memenuhi waktu tidur, mengenali tanda kelelahan, serta memilih berhenti ketika mengantuk menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan selama perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....