Mengenal Mata Juling: Penyebab, Gejala, dan Cara Menanganinya
- 11 Agt 2026 21:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saat melihat seseorang dengan posisi kedua mata tidak sejajar, kita mungkin langsung menyebutnya mata juling. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai strabismus dan dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa.
Menurut dr. Ratri Prasetya Ningrum, N, dari RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang, strabismus merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar dan bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu mata dapat melihat lurus, sementara mata lainnya mengarah ke dalam, luar, atas, atau bawah.
dr. Ratri menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan kerja otot mata yang tidak mampu bergerak secara bersamaan dan selaras. Akibatnya, seseorang dapat mengalami penglihatan ganda, mata tidak bergerak secara terkoordinasi, hingga kesulitan memusatkan pandangan.
Ada beberapa jenis mata juling berdasarkan arah pergeseran mata, yaitu esotropia ketika mata mengarah ke dalam dan eksotropia ketika mengarah ke luar. Sementara itu, hipertropia terjadi ketika mata mengarah ke atas dan hipotropia ketika mata mengarah ke bawah.
Kementerian Kesehatan RI menyebut strabismus dapat menimbulkan gangguan penglihatan binokular dan ambliopia, terutama jika terjadi pada usia anak. Karena itu, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sekadar masalah penampilan dan perlu diperiksa sejak dini.
Penanganannya bergantung pada penyebab dan kondisi pasien, mulai dari penggunaan kacamata, lensa prisma, penutup mata, terapi otot mata, hingga tindakan operasi. Pemeriksaan oleh dokter spesialis mata diperlukan untuk menentukan pilihan yang paling sesuai.
Jadi, jika posisi mata terlihat tidak sejajar atau anak sering menutup satu mata dan memiringkan kepala saat melihat, jangan menunggu terlalu lama untuk memeriksakannya. Mengenali mata juling sejak awal dapat membantu menjaga ketajaman penglihatan dan fungsi kedua mata secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....