UNICEF Indonesia Kampanyekan Pekan Menyusui Sedunia 2026

  • 05 Agt 2026 13:23 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Peringatan Pekan Menyusui Sedunia pada 1–7 Agustus 2026 mengusung tema ”Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan – Perkuat Praktik yang Telah Terbukti Efektif”.
  • UNICEF bersama WHO di Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat intervensi yang terbukti melindungi serta mendukung praktik menyusui sebagai fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
  • Menyusui terbukti menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menyelamatkan kehidupan anak karena mampu menurunkan risiko kematian bayi hingga 14 kali lipat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Peringatan Pekan Menyusui Sedunia pada 1–7 Agustus 2026 mengusung tema ”Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan – Perkuat Praktik yang Telah Terbukti Efektif”. UNICEF bersama WHO di Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat intervensi yang terbukti melindungi serta mendukung praktik menyusui sebagai fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.

Dikutip dari Siaran Pers UNICEF Indonesia pada 3 Agustus 2026, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan di Indonesia mengalami peningkatan menggembirakan dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024. Capaian positif ini berhasil melampaui target global World Health Assembly sebesar minimal 60 persen pada 2030 berkat penguatan kebijakan serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan.

Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa menyusui merupakan hak setiap anak untuk memperoleh awal kehidupan terbaik sekaligus modal menciptakan generasi yang sehat dan tangguh. Sementara itu, Dr. N. Paranietharan dari WHO menekankan pentingnya perlindungan bagi ibu dari praktik pemasaran pengganti ASI yang tidak tepat melalui kepemimpinan yang kuat.

Menyusui terbukti menjadi salah satu langkah paling efektif untuk menyelamatkan kehidupan anak karena mampu menurunkan risiko kematian bayi hingga 14 kali lipat. Selain itu, praktik menyusui yang tidak optimal diperkirakan berdampak serius pada hilangnya hampir 5,8 juta poin IQ anak Indonesia setiap tahunnya.

Pemberian ASI juga memberikan perlindungan bagi ibu terhadap risiko penyakit berbahaya seperti kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes melitus tipe 2. Praktik menyusui yang optimal berpotensi mencegah ribuan kematian serta memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia hingga mencapai US$5 miliar setiap tahunnya.

Indonesia telah memperluas perlindungan hukum melalui UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan serta UU Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Regulasi tersebut memperkuat pembatasan pemasaran produk pengganti ASI sesuai dengan Kode Etik Internasional yang ditetapkan oleh World Health Assembly.

Meskipun hampir 90 persen persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan baru satu dari empat bayi yang memulai inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama. Padahal, pemberian ASI secara berlanjut hingga usia dua tahun beserta MPASI yang tepat sangat krusial untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

Penciptaan lingkungan ramah keluarga seperti penyediaan cuti orang tua yang memadai serta fasilitas pendukung di tempat kerja sangat mutlak diperlukan. Komitmen berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat akan memastikan setiap ibu berhasil menyusui dan setiap anak tumbuh secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....