Mengapa Sendi Bisa Berbunyi?

  • 26 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda mendengar bunyi “kretek” saat meregangkan jari, memutar leher, atau menekuk lutut? Kondisi ini sering dianggap berbahaya, padahal dalam banyak kasus bunyi pada sendi merupakan hal yang normal dan tidak selalu menandakan adanya gangguan kesehatan.

Secara medis, bunyi tersebut umumnya terjadi karena gelembung gas di dalam cairan sinovial, yaitu cairan yang berfungsi melumasi sendi. Saat sendi digerakkan atau diregangkan, perubahan tekanan membuat gelembung gas pecah dan menghasilkan suara “kretek”. Penjelasan ini juga disampaikan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS).

Selain gelembung gas, bunyi sendi juga bisa muncul ketika tendon atau ligamen bergeser di atas tulang saat tubuh bergerak. Selama tidak disertai nyeri, bengkak, atau keterbatasan gerak, kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.

Masih banyak anggapan bahwa kebiasaan membunyikan jari dapat menyebabkan radang sendi. Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Board of Family Medicine menunjukkan belum ada bukti kuat bahwa kebiasaan tersebut secara langsung memicu osteoartritis atau radang sendi.

Meski begitu, bunyi pada sendi tidak boleh diabaikan jika disertai rasa nyeri, bengkak, sendi terkunci, atau sulit digerakkan. Menurut Cleveland Clinic, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya cedera ligamen, kerusakan tulang rawan, atau gangguan sendi lainnya yang memerlukan pemeriksaan dokter.

Menjaga kesehatan sendi dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, mempertahankan berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, serta menghindari gerakan yang memberi tekanan berlebihan pada sendi. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga fungsi sendi tetap optimal hingga usia lanjut.

Memahami penyebab bunyi “kretek” pada sendi dapat membantu masyarakat membedakan mana kondisi yang masih normal dan mana yang perlu diwaspadai. Jika bunyi sendi disertai keluhan yang mengganggu atau berlangsung terus-menerus, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Sumber: American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS), Cleveland Clinic, Journal of the American Board of Family Medicine.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....