Waspadai Kista Ateroma, Berikut Penjelasanya
- 19 Jul 2026 09:02 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu - Hampir setiap orang sudah tidak asing dengan istilah kista. Kista sendiri adalah pembengkakan pada jaringan tubuh yang di dalamnya berongga dan berisi cairan kental menyerupai bubur.
Jenis dari kista ini sendiri cukup beragam. Namun ada satu jenis kista yakni kista ateroma yang wajib dikenali.
Kista ateroma merupakan salah satu tumor jinak pada kulit yang terbentuk akibat tersumbatnya muara kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang menghasilkan minyak alami (sebum) yang berfungsi untuk melapisi dan menjaga kelembapan kulit serta rambut.
Sumbatan atau kerusakan pada kelenjar sebasea dapat disebabkan oleh riwayat cedera, seperti luka bekas operasi, goresan, maupun jerawat. Kista ateroma umumnya tumbuh secara perlahan sehingga terkadang seseorang tidak menyadari keberadaannya hingga benjolan mulai membesar.
Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya cedera atau kerusakan kulit yang berlangsung beberapa waktu sebelumnya. Mengutip dari laman resmi kemenkes RI selain akibat penyumbatan kelenjar sebasea, kista ateroma juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut :
1. Kerusakan sel-sel kulit akibat tindakan atau prosedur operasi.
2. Faktor genetik, seperti sindrom Gardner atau sindrom nevus sel basal.
3. Kerusakan pada saluran kelenjar sebasea.
Gejala utama kista ateroma biasanya berupa bintik atau benjolan kecil di bawah kulit yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Benjolan ini dapat muncul di berbagai area tubuh, seperti kulit kepala, wajah, leher, punggung, payudara, perut, area genital, atau bagian tubuh lainnya.
Kista ateroma terkadang dapat mengalami infeksi sehingga berkembang menjadi abses yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, nyeri, dan dapat disertai keluarnya cairan. Merangkum dari laman resmi Kemenkes RI apabila kista ateroma membesar atau menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri, atau keluarnya nanah, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa pilihan terapi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kista ateroma :
1. Suntikan
Jika kista ateroma mengalami peradangan, dokter dapat memberikan suntikan yang mengandung obat tertentu. Kandungan obat tersebut bertujuan untuk membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada kista.
2. Sayatan dan Pengeluaran Isi Kista
Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil pada kista ateroma. Setelah sayatan dibuat, isi kista akan dikeluarkan secara perlahan. Meskipun prosedur ini relatif mudah dilakukan, kista masih memiliki kemungkinan untuk tumbuh kembali apabila dinding kista tidak terangkat seluruhnya.
3. Tindakan Laser
Dokter dapat menggunakan teknologi laser untuk membuat lubang kecil pada kista ateroma dan mengeluarkan isi di dalamnya. Setelah isi kista dikeluarkan, sisa jaringan kista dapat diangkat pada waktu berikutnya sesuai dengan kondisi pasien.
4. Operasi Minor (Eksisi Kista)
Dokter dapat melakukan pengangkatan seluruh bagian kista ateroma melalui prosedur pembedahan kecil atau operasi minor. Tindakan ini dinilai aman dan efektif untuk mencegah kista ateroma tumbuh kembali di kemudian hari.
Tips Mencegah Kista Ateroma
1. Hindari memencet, menggaruk, atau menusuk benjolan karena dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi.
2. Jaga kebersihan area kulit dengan mencuci bagian benjolan dan sekitarnya menggunakan sabun yang sesuai untuk menjaga kebersihan kulit.
3. Kompres benjolan menggunakan kain atau lap yang telah direndam air hangat selama 20-30 menit. Lakukan sebanyak 3-4 kali sehari untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
4. Hindari paparan sinar matahari secara berlebihan dan gunakan produk perawatan kulit yang sesuai serta tidak berpotensi menyumbat pori-pori
Sumber Kemenkes RI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....