Kenali Gejala Tumor Otak, Deteksi Dini Tingkatkan Harapan Kesembuhan

  • 30 Jun 2026 10:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Bekesan (Bincang Edukasi Kesehatan) RRI Bengkulu kembali menghadirkan edukasi kesehatan bersama Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu. Mengangkat tema "Tumor Otak Bukan Vonis: Kenali Gejala, Deteksi Dini dan Harapan Kesembuhan", acara menghadirkan Dokter Spesialis Bedah Saraf RS M. Yunus Bengkulu, dr. Yutha Perdana, MMR, Sp.BS-FIS, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, dr. Yutha menjelaskan bahwa gejala tumor otak secara umum terbagi menjadi dua kelompok utama. "Gejala tumor otak secara umum itu terbagi menjadi dua, gejala dari peningkatan tekanan berlebih di dalam kepala, lalu yang nomor dua gejala spesifik terkait lokasi tumor," katanya, sehingga masyarakat perlu memahami kedua kelompok gejala tersebut sejak dini.

Menurutnya, peningkatan tekanan di dalam rongga kepala dapat menimbulkan berbagai keluhan yang semakin berat seiring pertumbuhan tumor. "Gejala pertama nyeri kepala, tetapi berbeda dengan nyeri kepala biasanya, chronic progressive," ucapnya, seraya menerangkan bahwa nyeri berlangsung semakin lama, semakin berat, serta tidak lagi membaik hanya dengan istirahat ataupun obat sederhana.

Selain nyeri kepala, penderita juga dapat mengalami muntah menyembur, pandangan kabur, hingga penurunan kesadaran apabila tekanan di dalam kepala terus meningkat. "Sampai gejala yang paling berat apa? Tidak sadarkan diri, sampai koma bahkan bisa meninggal dunia," ujar dr. Yutha sembari mengimbau orang dengan gejala tersebut langsung melakukan penanganan, tidak boleh ditunda ketika gejala semakin memburuk.

Ia juga menjelaskan bahwa gejala spesifik sangat bergantung pada lokasi tumor di dalam otak yang mengalami gangguan. Apabila tumor berada pada pusat gerakan, pasien dapat mengalami kelemahan tubuh sebelah, sedangkan tumor di pusat bahasa dapat menyebabkan gangguan berbicara maupun kesulitan memahami pembicaraan orang lain.

Lebih lanjut, tumor pada bagian tertentu otak juga dapat memengaruhi fungsi perilaku maupun keseimbangan hormon tubuh seseorang. dr. Yutha menjelaskan bahwa perubahan perilaku, gangguan menstruasi, keluarnya air susu di luar masa menyusui, hingga pertumbuhan tubuh berlebihan akibat gangguan kelenjar hipofisis juga dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai masyarakat.

Menutup pembahasannya, dr. Yutha mengingatkan pentingnya deteksi dini agar peluang penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum timbul komplikasi yang berat. "Kita harus pinter-pinter untuk deteksi dini," ucapnya sembari menambahkan bahwa kejang yang pertama kali muncul saat usia dewasa harus segera diperiksakan karena bisa merupakan gejala tumor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....