Sering Menunda Pekerjaan? Kenali Penyebab Prokrastinasi dan Cara Mengatasinya
- 29 Jun 2026 12:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menunda pekerjaan atau prokrastinasi menjadi kebiasaan yang masih sering dialami banyak orang, baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja. Meski kerap dianggap sebagai bentuk kemalasan, para ahli menyebut prokrastinasi lebih berkaitan dengan cara seseorang mengelola emosi dibandingkan kemampuan mengatur waktu.
Menurut Dr. Tim Pychyl, profesor psikologi di Carleton University yang telah lama meneliti prokrastinasi, perilaku tersebut merupakan respons untuk menghindari perasaan tidak nyaman saat mengerjakan suatu tugas. Ia menjelaskan bahwa seseorang cenderung menunda pekerjaan karena ingin menghindari rasa bosan, cemas, takut gagal, atau terbebani oleh tugas yang dianggap sulit.
Senada dengan itu, Dr. Fuschia Sirois, profesor psikologi di Durham University, mengatakan prokrastinasi merupakan kegagalan dalam mengatur emosi (emotion regulation failure). Menurutnya, seseorang memilih memperoleh rasa nyaman sesaat dengan menunda pekerjaan, meskipun menyadari keputusan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih besar di kemudian hari.
Berdasarkan penjelasan American Psychological Association, kebiasaan menunda pekerjaan secara terus-menerus dapat meningkatkan tingkat stres, rasa bersalah, kecemasan, hingga menurunkan produktivitas. Dalam jangka panjang, prokrastinasi juga dapat berdampak pada kesehatan mental dan kepuasan terhadap pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
Dr. Tim Pychyl mengungkapkan bahwa salah satu cara efektif mengatasi prokrastinasi adalah memulai pekerjaan meski hanya dalam waktu beberapa menit. Ia menjelaskan, ketika seseorang berhasil mengambil langkah kecil untuk memulai, hambatan psikologis biasanya akan berkurang sehingga pekerjaan terasa lebih mudah untuk diselesaikan.
Sementara itu, Mayo Clinic menyarankan beberapa langkah untuk mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan, seperti membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil, menentukan prioritas, menghilangkan gangguan saat bekerja, serta memberikan penghargaan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan target. Kebiasaan tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan fokus sekaligus membangun disiplin secara bertahap.
Di tengah tuntutan aktivitas yang semakin tinggi, memahami penyebab prokrastinasi menjadi langkah awal untuk mengatasinya. Dengan membangun kebiasaan memulai pekerjaan sejak dini dan mengelola emosi secara lebih baik, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....