Mengenal NPD, Gangguan Kepribadian Narsistik yang Perlu Dipahami sejak Dini
- 29 Jun 2026 07:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu : Gangguan Kepribadian Narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan salah satu gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola menetap berupa perasaan diri yang sangat penting, kebutuhan berlebihan untuk dikagumi, serta rendahnya empati terhadap orang lain. Berbeda dengan sifat percaya diri yang sehat, NPD merupakan kondisi kesehatan mental yang dapat mengganggu hubungan sosial, pekerjaan, maupun kualitas hidup penderitanya apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Para ahli menjelaskan bahwa penyebab NPD bersifat multifaktorial dan belum dapat dipastikan berasal dari satu faktor tunggal. Penelitian menunjukkan adanya kombinasi faktor genetik, perkembangan otak, temperamen, serta pengalaman masa kecil, seperti pola asuh yang terlalu memanjakan, terlalu mengkritik, kurang memberikan kehangatan emosional, maupun pengalaman trauma. Interaksi berbagai faktor tersebut diduga memengaruhi pembentukan konsep diri dan kemampuan seseorang dalam mengatur emosi serta membangun empati.
Seseorang dengan NPD umumnya menunjukkan perilaku merasa dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain, sangat membutuhkan pujian, sulit menerima kritik, serta cenderung memanfaatkan orang lain demi mencapai tujuannya. Di sisi lain, banyak penderita sebenarnya memiliki harga diri yang rapuh sehingga mudah merasa malu, kecewa, atau marah ketika ekspektasi terhadap dirinya tidak terpenuhi. Kondisi ini membuat hubungan interpersonal sering kali menjadi tidak stabil.
Gangguan ini tidak dapat didiagnosis hanya berdasarkan pengamatan sehari-hari atau unggahan di media sosial. Diagnosis NPD harus dilakukan oleh psikolog atau psikiater melalui wawancara klinis dan penilaian menyeluruh berdasarkan kriteria diagnostik yang berlaku. Para ahli juga menekankan bahwa memiliki beberapa sifat narsistik tidak selalu berarti seseorang mengalami Gangguan Kepribadian Narsistik.
Penanganan NPD umumnya berfokus pada psikoterapi sebagai terapi utama. Berbagai pendekatan seperti psikoterapi psikodinamik, schema therapy, mentalization-based treatment, maupun terapi perilaku kognitif dapat membantu penderita mengenali pola pikir yang kurang adaptif, meningkatkan kemampuan mengelola emosi, mengembangkan empati, serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain. Hingga saat ini belum terdapat obat khusus yang secara langsung mengatasi NPD, meskipun obat dapat diberikan jika terdapat gangguan lain yang menyertai, seperti depresi atau kecemasan.
Keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kesediaan individu untuk menjalani proses pengobatan secara konsisten. Dukungan keluarga, lingkungan yang sehat, serta hubungan terapeutik yang baik dengan tenaga kesehatan mental juga berperan penting dalam membantu penderita memahami kondisinya dan mengembangkan pola perilaku yang lebih adaptif. Meskipun prosesnya membutuhkan waktu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perbaikan fungsi sosial dan kualitas hidup tetap dapat dicapai melalui terapi yang berkesinambungan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah melabeli seseorang sebagai "NPD" hanya berdasarkan perilaku tertentu yang terlihat di media sosial atau dalam kehidupan sehari-hari. Istilah NPD adalah diagnosis medis yang memerlukan evaluasi profesional. Meningkatkan literasi kesehatan mental serta mendorong individu yang mengalami kesulitan emosional untuk mencari bantuan kepada psikolog atau psikiater merupakan langkah penting dalam mengurangi stigma sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan penanganan gangguan kepribadian.
Sumber : Weinberg, I., & Ronningstam, E. (2022).Narcissistic Personality Disorder: Progress in Understanding and Treatment. Focus (American Psychiatric Association), 20(4), 368–377.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....