Manfaat Jamu untuk Kesehatan

  • 25 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Jamu merupakan warisan pengobatan tradisional Indonesia yang telah digunakan selama ratusan tahun untuk menjaga kesehatan dan membantu mengatasi berbagai keluhan tubuh. Dalam jurnal “Jamu: Indonesian Traditional Herbal Medicine Towards Rational Phytopharmacological Use” karya Elfahmi, Herman J. Woerdenbag, dan Oliver Kayser (2014), disebutkan bahwa jamu masih menjadi bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat Indonesia dan memiliki potensi manfaat klinis maupun ekonomi.

Salah satu manfaat jamu adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena banyak menggunakan bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak. Penelitian dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa tanaman dari keluarga Zingiberaceae mengandung senyawa bioaktif seperti kurkumin yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi mendukung kesehatan tubuh.

Jamu juga dikenal dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Minuman herbal yang mengandung jahe dan asam jawa sering digunakan untuk mengurangi rasa mual, kembung, dan gangguan pencernaan ringan, sementara kajian kesehatan modern menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut memiliki sifat yang mendukung fungsi saluran cerna.

Selain menjaga pencernaan, jamu berpotensi membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Jurnal “Jamu: Indonesian Traditional Herbal Medicine Towards Rational Phytopharmacological Use” menjelaskan bahwa kunyit dan jahe merupakan tanaman yang paling banyak diteliti karena memiliki aktivitas antiinflamasi yang dapat membantu meredakan keluhan peradangan ringan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam “Network Pharmacology Approach to Explore Active Compounds and Molecular Mechanisms of Jamu” pada Jurnal Jamu Indonesia tahun 2024 menyebutkan bahwa pendekatan farmakologi modern menemukan berbagai senyawa aktif dalam jamu yang bekerja melalui jalur biologis tertentu. Temuan ini memperkuat pemahaman ilmiah mengenai mekanisme kerja jamu yang selama ini digunakan secara tradisional oleh masyarakat.

Kajian etnofarmakologi berjudul “Traditional Use of Medicinal Plants in Baturraden, Central Java” yang diterbitkan dalam Jurnal Jamu Indonesia tahun 2021 menunjukkan bahwa masyarakat masih memanfaatkan beragam tanaman obat sebagai bahan jamu untuk menjaga kesehatan sehari-hari. Penelitian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan tanaman herbal tetap relevan dan memiliki nilai penting dalam pengembangan obat tradisional berbasis ilmiah.

Meski memiliki banyak manfaat, para peneliti menegaskan bahwa penggunaan jamu harus dilakukan secara bijak dan tidak menggantikan pengobatan medis yang diperlukan. Jurnal tahun 2014 tersebut menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta standardisasi produk jamu agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal oleh masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....