Waspada Konsumsi Berlebihan, Makanan Berbahan Tepung Berisiko Ganggu Kesehatan!

  • 25 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Konsumsi makanan yang mengandung tepung secara berlebihan dapat berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Makanan berbahan dasar tepung, seperti mi instan, roti putih, gorengan, kue, dan makanan olahan lainnya, umumnya mengandung karbohidrat sederhana yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Menurut sejumlah penelitian, dampak tersebut terjadi karena sebagian besar tepung yang digunakan dalam makanan olahan telah melalui proses pemurnian sehingga kehilangan sebagian serat, vitamin, dan mineral. Kondisi ini membuat tubuh lebih cepat mencerna karbohidrat dan menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah setelah makan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa pola makan dengan indeks glikemik tinggi, termasuk konsumsi berlebihan makanan berbahan tepung olahan, dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2. Risiko tersebut semakin tinggi apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Selain meningkatkan risiko diabetes, konsumsi makanan berbahan tepung secara berlebihan juga dapat memengaruhi kesehatan jantung. Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa asupan karbohidrat olahan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida serta risiko penyakit kardiovaskular dalam jangka panjang.

Dampak lainnya adalah gangguan pada sistem pencernaan. Makanan berbahan tepung yang rendah serat dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi karena proses pencernaan menjadi kurang optimal. Kondisi ini umumnya terjadi pada masyarakat yang lebih sering mengonsumsi makanan olahan dibandingkan buah, sayuran, dan sumber serat alami lainnya.

Para ahli gizi menegaskan bahwa makanan berbahan tepung tidak perlu dihindari sepenuhnya karena tetap menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Namun, masyarakat disarankan memilih produk berbahan tepung utuh atau whole grain yang mengandung lebih banyak serat dan nutrisi, serta membatasi konsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak.

Untuk menjaga kesehatan, konsumsi makanan berbahan tepung sebaiknya dilakukan secara bijak dengan memperhatikan porsi dan keseimbangan gizi harian. Pola makan yang beragam, disertai aktivitas fisik teratur, dinilai menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko berbagai penyakit yang berkaitan dengan konsumsi karbohidrat olahan secara berlebihan.

Sumber : Harvard T.H. Chan School of Public Health – Penjelasan mengenai refined grains dan risiko penyakit metabolik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....