Mengapa Hantavirus Bisa Merusak Paru-Paru dan Ginjal? Ini Penjelasan Medisnya
- 27 Mei 2026 20:33 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Belakangan ini, kewaspadaan terhadap hantavirus kembali meningkat. Virus yang ditularkan oleh hewan pengerat (rodensia) seperti tikus ini dikenal sangat berbahaya karena menyerang organ vital manusia secara agresif. Bergantung pada jenis strain virusnya, hantavirus dapat memicu kegagalan fungsi pada dua organ utama: paru-paru atau ginjal.
Namun, bagaimana bisa satu kelompok virus memiliki target organ yang berbeda dan merusaknya dalam waktu singkat? Para ahli medis menjelaskan bahwa kuncinya ada pada pembuluh darah dan respons imun tubuh kita sendiri.
Dua Wajah Hantavirus: HPS dan HFRS
Hantavirus sebenarnya tidak hanya menyebabkan satu jenis penyakit. Secara garis besar, dunia medis membaginya menjadi dua sindrom utama berdasarkan wilayah geografis dan jenis virusnya:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): Banyak ditemukan di benua Amerika (seperti strain Sin Nombre). Sindrom ini menyerang sistem pernapasan dan paru-paru dengan tingkat kematian mencapai 40%.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS): Lebih banyak ditemukan di Asia dan Eropa (seperti strain Hantaan atau Puumala). Sindrom ini menyerang pembuluh darah dan menyebabkan gagal ginjal akut.
Mengapa Paru-Paru Jadi Target? (Kasus HPS)
Pada kasus HPS, penularan paling sering terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup (inhalasi) debu mikroskopis yang telah terkontaminasi oleh urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Begitu partikel virus masuk melalui udara, target pertamanya adalah sel endotel, yaitu sel-sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah kapiler di paru-paru.
- Bukan Virusnya yang Merobek Jaringan: Uniknya, hantavirus tidak menghancurkan sel paru-paru secara langsung. Kerusakan justru terjadi akibat respons imun tubuh yang terlalu agresif (disebut dengan cytokine storm atau badai sitokin).
- Paru-Paru "Tenggelam": Karena sistem imun melepaskan zat peradangan secara besar-besaran, pembuluh darah kapiler di paru-paru kehilangan kekuatannya dan menjadi sangat longgar (bocor). Akibatnya, cairan plasma darah merembes keluar dan membanjiri kantung udara (alveoli). Kondisi ini disebut pulmonary edema, yang membuat pasien merasa seperti "tenggelam" dari dalam karena paru-parunya dipenuhi cairan, memicu sesak napas akut yang fatal dalam 24–48 jam.
Mengapa Ginjal Jadi Target? (Kasus HFRS)
Pada jenis virus hantavirus yang beredar di Asia dan Eropa, virus masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyasar pembuluh darah di organ menyaring racun, yaitu ginjal.
- Penyerangan Pembuluh Darah Mikro: Sama seperti di paru-paru, virus mengikat reseptor khusus (beta-3 integrin) pada dinding pembuluh darah ginjal.
- Kebocoran Cairan dan Syok: Kebocoran pembuluh darah di ginjal menyebabkan gangguan sirkulasi yang parah. Tekanan darah pasien bisa drop drastis (syok), dan aliran darah ke ginjal berkurang drastis.
- Gagal Ginjal Akut: Tanpa aliran darah dan oksigen yang cukup, sel-sel penyaring ginjal mengalami kerusakan parah. Pasien HFRS umumnya mengalami gejala khas seperti nyeri pinggang hebat, kencing yang berkurang drastis atau bahkan berhenti total, serta pembengkakan tubuh akibat penumpukan cairan dan racun yang gagal disaring.
Langkah Pencegahan yang Benar
Mengingat hantavirus belum memiliki obat antivirus khusus dan perawatannya hanya bersifat suportif (alat bantu napas/ventilator dan pemantauan cairan), pencegahan menjadi senjata paling utama.
Satu kesalahan fatal yang sering dilakukan masyarakat adalah menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering. Menyapu lantai yang penuh kotoran tikus justru akan menerbangkan partikel virus ke udara sehingga mudah terhirup.
Cara Aman Membersihkan Area Bekas Tikus: Gunakan masker dan sarung tangan. Semprot area yang kotor dengan cairan disinfektan atau pemutih pakaian, diamkan selama 5 menit agar virus mati, lalu bersihkan menggunakan kain lap basah atau tisu sekali pakai. Jangan pernah disapu kering.
Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan rumah, menutup celah-celah dinding yang bisa menjadi jalan masuk tikus, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami demam tinggi, nyeri otot, yang disertai sesak napas atau gangguan kencing setelah membersihkan area yang rawan tikus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....