Fenomena Burnout Muncul di Usia Produktif

  • 19 Mei 2026 06:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Burnout mulai banyak dialami masyarakat usia produktif dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berkaitan dengan kelelahan fisik dan mental berkepanjangan.

Tekanan pekerjaan dan aktivitas padat menjadi pemicu utama burnout pada banyak orang. Tubuh dan pikiran sulit memperoleh waktu istirahat cukup.

World Health Organization atau WHO mengategorikan burnout sebagai fenomena terkait pekerjaan. Kondisi tersebut memengaruhi kesehatan dan produktivitas seseorang.

Sebagian pekerja mengalami kehilangan motivasi dan sulit berkonsentrasi saat mengalami burnout. Aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan dari biasanya.

Jurnal internasional Frontiers in Psychology membahas hubungan burnout dengan tekanan kerja modern. Kondisi mental pekerja menjadi perhatian penting saat ini.

Paparan digital berlebihan juga memengaruhi tingkat kelelahan mental generasi produktif. Batas antara waktu kerja dan istirahat menjadi semakin tipis.

Sebagian orang tetap bekerja meski tubuh dan pikirannya sudah merasa lelah. Kondisi tersebut dapat memperburuk kesehatan mental dalam jangka panjang.

Burnout tidak hanya dialami pekerja kantoran di lingkungan formal sehari-hari. Mahasiswa dan pekerja kreatif juga mulai banyak mengalami kondisi serupa.

Para ahli menyarankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu pribadi. Istirahat cukup membantu tubuh memulihkan energi mental.

Di tengah tuntutan hidup modern yang semakin cepat, kesehatan mental menjadi perhatian penting. Produktivitas perlu diimbangi dengan kualitas hidup yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....